Satu Tahun Pemerintahan Riyanto-Umi, MOCAF dan Magang ke Jepang jadi Program Unggulan

16 views

Pringsewu | Newsanalis.com- Genap satu tahun Riyanto Pamungkas dan Umi Laila, S.Ag, pimpin Kabupaten Pringsewu, pasca dilantik sebagai Bupati dan wakil Bupati Pringsewu, periode 2024-2029 oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada tanggal 20 Pebruari 2025 di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Lalu, hal dan terobosan apa saja yang sudah dilakukan di tahun 2025 dan jadi unggulan ?

Dalam kesempatan refleksi satu tahun yang dikemas dalam bentuk buka puasa bersama jurnalis di Graha Pamungkas, Jumat (20/02/2026), Bupati dan Wakil Bupati Pringsewu, Riyanto Pamungkas dan Umi Laila, didampingi Sekda Kabupaten Pringsewu, Andi Purwanto, S.T.,M.T, memaparkan, beberapa dari terobosan dan inovasi yang dilakukan, dibalik efisiensi pasca terbitnya Inpres Nomer 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Anggaran.

MOCAF : Pengembangan Mocaf menjadi salah satu inovasi dalam program percepatan pembangunan pemerintahan Riyanto-Umi di tahun pertama memimpin Kabupaten Pringsewu.
Salah satu dari terobosan dan inovasi yang dilakukan yaitu menggembangkan MOCAF (modifiet cassava flour) berbasis potensi lokal.

“Disaat harga singkong di Lampung anjlok, kita manfaatkan peluang ini dengan melakukan inovasi dalam bentuk pengembangan MOCAF. Tepung ini adalah untuk industri, berbeda dengan tepung terigu yang umumnya dikonsumsi masyarakat,” ungkap Riyanto seraya menegaskan, target industri MOCAF Pringsewu akan dilaunching memasuki akhir tahun 2027 mendatang.

Singkong (ubi kayu) merupakan salah satu komoditas pangan strategis di Provinsi Lampung yang memiliki peran penting, baik sebagai bahan baku industri maupun sumber pendapatan petani.

Sayangnya, komoditas ini selama ini masih banyak dipasarkan dalam bentuk bahan mentah dengan nilai tambah yang cukup terbatas.

‎Melalui pengembangan MOCAF, sebut bupati, Pringsewu memiliki peluang besar untuk mendorong hilirisasi sektor pertanian, meningkatkan nilai tambah produk lokal, memperluas kesempatan kerja, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah.

‎Selain itu, melalui pendekatan berbasis klaster ini diharapkan dapat terbentuk ekosistem industri MOCAF yang saling terhubung antara petani singkong, unit pengolahan, pelaku usaha, lembaga riset dan pendidikan, lembaga keuangan, serta pasar.

Proses percepatan pengembangan industri MOCAF ini juga terus dilakukan secara berkesinambungan. Langkahnya, dengan membentuk sentra MOCAF (Semok) di tingkat pedesaan/pekon di Kabupaten Pringsewu.

“Saat ini sudah ada empat (4) pekon yang jadi rintisan dalam pengembangan MOCAF, dan ini kita tidak menggunakan APBD”, terang bupati.


Pemagangan ke Jepang

Komitmen pemerintahan Riyanto – Umi dalam upaya meningkatkan SDM dan menciptakan tenaga kerja yang unggul dan berdaya saing, baik di tingkat nasional maupun internasional juga berhasil ditunjukan.

Upaya strategis yang dilakukan Pemerintahan Riyanto-Umi ini diwujudkan melalui Program Pemagangan ke Jepang di Tahun 2025.

Program ini merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Republik Indonesia dengan International Manpower Development Organization (IM Japan) yang dilaksanakan di Kabupaten Pringsewu.

PROGRAM MAGANG : Salah satu terobosan yang dilakukan pemerintahan Riyanto-Ummi dengan berhasil mengeksekusi Program Pemagangan ke Jepang, upaya menciptakan SDM unggul dan angka pengangguran.
Program pemagangan ke Jepang ini sebut bupati, menjadi inovasi penting dalam pengembangan ketenagakerjaan daerah, sekaligus upaya menekan angka pengangguran, mengurangi kemiskinan, dan mendorong peningkatan perekonomian masyarakat.

“Program ini bukan sekadar pelatihan kerja, melainkan investasi jangka panjang dalam pembangunan SDM Pringsewu agar mampu bersaing di pasar kerja global,” katanya.

Menurut bupati, Program Pemagangan ke Jepang ini sejalan dengan visi pembangunan daerah, yakni “Pringsewu Makmur” (Mandiri, Aman, Kondusif, Maju, Unggul, dan Religius).

“Di tahun 2025 kemarin, melalui seleksi yang begitu ketat, kita berhasil memberangkatkan 59 pemuda mengikuti program pemagangan ke Jepang. Ini merupakan sebuah prestasi”, ucapnya.

Sementara itu, di bidang pembangunan kesehatan, baru-baru ini, Bupati Pringsewu meresmikan penggunaan gedung Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

Bangunan Labkesda ini menjadi salah satu prioritas dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat serta mempercepat deteksi dan penanganan berbagai penyakit di Kabupaten Pringsewu.

“Kami bukan anti kritik dan juga baperan dan tolong, kami juga diingatkan, bila kami sudah salah. Kami akan selalu membuka ruang dialogis. Silahkan, sampaikan dari apa-apa yang jadi capaian kerja dalam satu tahun ini kepada masyarakat”, imbuhnya. (*)

Seedbacklink affiliate

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-4028159191961500, DIRECT, f08c47fec0942fa0