Objek Wisata di Pringsewu Merana dan Tutup, Ini Tanggapan Anton Subagyo

35 views

PRINGSEWU | Newsanalis.com Tutup dan tidak beroperasinya sejumlah objek wisata di Kabupaten Pringsewu mendapat perhatian serius dari kalangan masyarakat dan juga legislatif.

Salah satunya adalah dari Anton Subagyo, anggota DPRD Pringsewu dari Partai Golkar.

Menurut Anton, Dinas Pariwisata dan Olahraga (Disporapar) Kabupaten Pringsewu seyogyanya bisa fokus dengan pariwisata yang ada.

“Termasuk bilamana objek wisata tidak berjalan, Disporapar harus bisa menginventarisir apa sesunguhnya persoalan yang terjadi”, sebut Anton, Rabu, 18 September 2024.

Mirip Lapangan Bola : Kondisi Tegalan Gupit yang kering kerontang.
Kenapa harus begitu lanjut Anton, sebab Disporapar Kabupaten Pringsewu merupakan pembina dari Pokdarwis (kelompok sadar wisata), hingganya harus ada pembinaan yang berkelanjutan.

“Misalnya Pokdarwisnya dipanggil dan ditanya, apa masalah yang terjadi. Sehingga, Disporapar bisa memberikan masukan dan merumuskan solusi atas persoalan yang terjadi di internal Pokdarwis”, ujar Anton, yang merupakan penggagas dari terbentuk dan berdirinya Objek Wisata Telaga Gupit di Kecamatan Gadingrejo.

Anton mengatakan, kedepan pelatihan-
pelatihan yang diselenggarakan Disporapar juga bisa lebih diarahkan pada bagaimana membangun keindahan di wilayah masing-masing.

“Jadi, pelatihan lebih spesifik ke lokasi objek wisata tersebut. Karna yang namanya pariwisata itu erat kaitannya dengan Sapta Pesona”, sebut Anton
Merana : Kondisi objek wisata Teluk Kenyo di Kecamatan Pagelaran.
Misalnya lanjut Anton, Objek Wisata Telaga Gupit. Apa yang masih menjadi kekurangan dan kelemahan hingganya harus di support dan poles.

“Sebab, prinsip dari Pokdarwis adalah memberikan inovasi terhadap objek wisata yang ada untuk menarik kunjungan wisatawan. Tanpa proses itu semua, kecil kemungkinan akan bisa berjalan dan ramai dikunjungi”, jelas Anton.

Untuk bisa menarik pengunjung datang lanjut Anton, beberapa langkah sebenarnya bisa dilakukan. Seperi membuat event kecil-kecilan menambah daya tarik wisata.

“Even lomba kicau burung misalanya, atau even-even lainnya yang bisa diintegrasikan menjadi daya tarik bagi pengunjung”, tandasnya.

Anton mengemukakan, kenapa ide itu harus muncul, sebab segala fasilitas sudah ada dan tersedia di objek wisata. “Jadi, Pokdarwis hanya tinggal memoles dengan kegiatan saja untuk bisa mendatangkan pengunjung”, imbuhnya.

Terakhir sebut Anton, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pringsewu melalui Disporapar harus membuat pakta integritas terkait dengan SK yang dikeluarkan, khususnya bagi Pokdarwis.

“Dengan begitu, Pokdarwis benar-benar memiliki tanggungjawab yang tidak hanya terbatas pada mengelola objek wisata saja. Namun juga, melakukan inovasi-inovasi dalam rangka mengundang kunjungan wisatawan”, pungkasnya.

Sementara itu, berdasarkan penelusuran wartawan di lapangan, beberapa dari objek wisata yang sudah lama tidak beroperasi bahkan sudah tutup yakni Talang Indah, Bukit Pangonan, Telaga Gupit, dan Teluk Kenyo. (Ful/Roji)

Seedbacklink affiliate

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-4028159191961500, DIRECT, f08c47fec0942fa0