Pj Gubernur Lampung Samsudin : jadi Ciri Khas, Produk Berbasis Bambu Di Bumi Jejama Secacanan

20 views

GADINGREJO | Newsanalis.com-Kabupaten Pringsewu dengan nama Julukan Bambu Seribu Sangat pantas Sebagai ciri khas dari daerah, produk berbasis bambu di Kabupaten Pringsewu harus mulai digagas sejak dini.

Demikian dikemukakan Penjabat (Pj) Gubernur Lampung, Drs. Samsudin, SH.,M.Pd, dalam sambutan menutup acara Semarak Santri Ekspo, Bazar UMKM, Sabtu (19/10/2024) sekitar pukul 20.30 WIB di lapangan Pemkab Pringsewu

Samsudin mencontohkan, bagaimana Kabupaten Jepara, kini mampu mengangkat ciri khas daerah dengan furnitur hingga dikenal dimana-mana.

“Saat orang menyebut Jepara atau mendengar kata Jepara, maka yang tergambar adalah, disana pusatnya furnitur yang menjadi ciri khas daerah”, sebut Samsudin.

Samsudin berharap, Pringsewu kedepan juga bisa seperti Kabupaten Jepara dengan ciri khas daerahnya.

Bila bambu yang menjadi ciri khas dari Pringsewu ini mulai di gagas dari sekarang lanjut Samsudin, makan lima (5) tahun kedepan, bicara Pringsewu, maka yang akan tergambar soal keberagaman produk berbasis bambu.

“Harus mulai digagas dari sekarang, aneka produk berbasis bambu sebagai ciri khas daerah”, tandas Samsudin.

Samsudin mencoba kembali mengingatkan, apa yang pernah ia sampaikan saat kunjungan kerja di Kabupaten Pringsewu.

Menurut Samsudin, apa yang sudah dilakukan Pj Bupati Pringsewu, merupakan sesuatu yang sangat bagus. Ia sangat mengapresiasi, sebab itu sejalan dengan permintaan Presiden Jokowi melalui gubernur, dimana setiap kabupaten/kota harus memiliki ciri khas.

“Salah satunya adalah Kabupaten Pringsewu ini. Namanya saja Pringsewu, maka tidak ada lagi opsi lain yaitu ciri khasnya adalah pring atau bambu,” tegas Samsudin.

Samsudin mengemukakan, bambu jika dikelola dengan baik dapat memberdayakan ekonomi masyarakat. Gerakan menanam kembali bambu merupakan gerakan yang sangat hebat dan perlu diapresiasi.

Melalui Surat Edaran No.031/630/U.06/ 2024 tanggal 17 Juli 2024 lalu, Marindo Kurniawan mengimbau pimpinan instansi vertikal, kepala perangkat daerah, pimpinan perbankan serta universitas atau lembaga pendidikan, direktur BUMD, PDAM, RSUD dan RS swasta, camat dan kepala pekon serta lurah, pelaku usaha wisata, hotel dan restoran serta UMKM, untuk menanam bambu sebagai hiasan dan ornamen tanaman di lingkungan masing-masing.

Selain itu, menghadirkan atau memajang pohon bambu buatan, baik terbuat dari plastik, artificial, sintetis pada kantor-kantor masing-masing. Tanaman bambu selain bernilai ekonomis, dapat meningkatkan volume air, mencegah erosi, menyerap karbon dioksida dengan baik, sebagai bahan baku industri, makanan dan obat-obatan, serta produk rumah tangga, seni dan budaya serta dapat dijadikan sebagai destinasi wisata.

“Gerakan menanam bambu ini merupakan upaya dalam rangka mengangkat kembali icon atau ciri khas daerah Pringsewu”, ucap Marindo Kurniawan. (*/Roji)

Seedbacklink affiliate

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-4028159191961500, DIRECT, f08c47fec0942fa0