Pembangun Trotoar di Bandar lampung Harus Melibatkan Stakeholder dan Masyarakat dalam Perencanaan hingga Pengawasan .

16 views

Bandar Lampung ,Newsanalis com
Gepak Lampung : Libatkan Stakeholder Terkait Dalam Pembangunan Trotoar, Mulai Dari Perencanaannya, Untuk Minimalkan

Viral di media sosial, ketika komika Abdul Arsyad mengomentari kondisi trotoar di Bandar Lampung di podcast Skakmat yang dipandu oleh Pandji Pragiwaksono yang diunggah tiga Minggu lalu

Dalam komentarnya, Abdul Arsyad mengatakan ,” Di Lampung itu mereka punya trotoar tapi dari keramik, lucu sekali. Saya waktu lewatnya itu, apa motivasinya kau bikin trotoar dari keramik?.”.
“Gak aman lho itu, kalau hujan licin,” timpal Pandji, yang diiyakan pula oleh Abdul Arsyad.

Tidak tinggal diam, Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Dinas Pekerjaan Umum menyampaikan bahwa jauh sebelum viralnya berita terkait trotoar ini, Pemerintah Kota Bandar Lampung telah memiliki rencana untuk mengganti trotoar yang terbuat dari keramik warna warni ini dengan material granit yang dinilai lebih aman dan tidak licin.

“Sesuai arahan Walikota, Trotoar tersebut akan kami bongkar dan diganti dengan material granit yang lebih aman dan tidak licin,” ujar Dedi Sutiyoso, Kepala Dinas PU Kota Bandar Lampung pada Jumat (10/01/2024).

photo dokumentasi proyek terbaru Trotoar Bandar Lampung.


Menanggapi permasalahan trotoar ini, Wahyudi, Ketua Gepak Lampung mengajak semua unsur untuk berpikir bijak.
“Dalam menerima dan menyikapi informasi kita dituntut untuk melihat dari berbagai sisi. Untuk permasalahan trotoar yang sudah dibangun sejak Kepemimpinan Walikota sebelumnya yaitu bapak Herman, HN. Sudah pasti ada alasan mengapa dipilih keramik warna warni, mungkin untuk manfaat estetikanya, Pak Herman ingin ada keindahan yang dapat dilihat oleh masyarakat di sepanjang jalan yang ada di jalan utama Kota Bandar Lampung, selain untuk membantu terpenuhinya kebutuhan pejalan kakinya,” kata Wahyudi Hasyim .

“Mungkin lewat trotoar warna warni ini diharapkan. dapat juga menarik minat wisatawan lokal maupun luar daerah untuk berkunjung ke Kota Bandar Lampung, mungkin saja kan..,” ujarnya.

“Namun demikian memang sudah selayaknya disetiap pembangunan, terutama pembangunan fisik, diperhitungkan secara matang, mulai dari tahapan perencanaannya, dibicarakan selain kemanfaatannya, output-outcomenya juga resiko yang diakibatkannya..Sudahkan prosedur itu semua dilalui?,” ujar Wahyudi.

“Sejatinya pembangunan trotoar yang baik itu harus memperhatikan aspek keselamatan, kenyamanan dan kemudahan pejalan kaki, ” ujar Wahyudi lagi.

“Sudahkah pada saat perencanaannya stakeholder terkait dilibatkan. Selain Dinas PU tentu saja ada dari pihak Dinas Perhubungan, Kepolisian, Forum-forum atau Lembaga Pemerhati Keselamatan Jalan ,mungkin jika perlu juga Tokoh Masyarakat dan Tokoh Adat yang dapat mewakili lainnya.,’ ujar Wahyudi Hasyim saat bertemu awak media.

“Bukan hanya trotoar, ada beberapa pembangunan fisik di Kota Bandar Lampung yang banyak menyita perhatian masyarakat terutama melalui media sosial, seperti JPO Siger Milenial yang sudah selesai dan sudah dapat digunakan masyarakat diakhir tahun 2024 yang mana menurut sumber dana yang digunakan untuk pembangunan JPO INI Menelan biaya sampai Milyaran dan seandainya dana ini dibagi untuk perkecamatan sungguh luar biasa pembangunan kecamatan yang mempunyai dana untuk pembangunan , dan terakhir ada pembangunan Tugu Pagoda di China Town Bandar Lampung yang sempat didemo oleh masyarakat dan Tokoh adat Teluk Betung ,” ujar Yudhi Hasyim, panggilan lain Wahyudi.

Menurut Sumber yang kami dapat
pembanunan Gapura sudah menggunakan dana Dana APBD Ada Desas desus pungli yang dilakukan oleh oknum kepada Kaum Minoritas yang ada diperkampung Teluk Betung (China town) Walaupun Pembangunan pagoda dan gapura sudah didanai APBD.

“Saya rasa, jika semua tahapan sudah dilakukan sesuai dengan ketentuan, maka resiko untuk terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti ini, kan menjadi minimal serta tidak menimbulkan polemik ditengah Masyarakat,”ujarnya.

“Pemerintah Kota Bandar Lampung masih dalam tahap Pemulihan Ekonomi, saya berharap kedepan akan lebih selektif lagi dalam melaksanakan Pembanguan, dimulai dari Perencanaan yang matang. ” kata Wahyudi.

“Apalagi terkait pekerjaan-pekerjaan yang menyangkut fasilitas umum dan Pelayanan Publik. Bunda Eva dengan niat tulus mempercantik Kota Bandar Lampung dan menyiapkan pelayanan publik yang prima, tapi semua itu harus juga didukung dengan pelaksanaan kerja teknis yang matang,” tutup Yudhi Hasyim (Red)

Editor (*Armiji*)

Seedbacklink affiliate

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-4028159191961500, DIRECT, f08c47fec0942fa0