Komisi X & Kemendikbud Rumuskan Strategi Menghidupkan Budaya Lampung di Tengah Arus Digital

25 views

Pringsewu | Newsanalis.com- Anggota Komisi X DPR RI DR. Muhammad Kadafi, SH, MH mengatakan, di era globalisasi, ruang digital hadir sebagai kekuatan baru untuk memperkuat identitas diri sekaligus mendorong kemajuan pariwisata di Lampung.

“Intinya tantangan sekaligus peluang terbesar di masa kini adalah mengoptimalkan budaya yang kaya dan unik, hingga dapat menjadikan penggerak ekonomi kreatif, tetapi melalui digital yang mumpuni dan profesional,” ujarnya.

Muhammad Kadafi menuturkan, sebenarnya Provinsi Lampung menyimpan kekayaan yang tak ternilai, seperti beragam budaya, nilai-nilai luhur dan filosofi hidup yang tetap relevan hingga kini. “Maka bagaimana caranya kita dapat mengoptimalkan budaya yang kaya dan unik tersebut,” ucapnya.

Dia mengatakan hal itu saat membuka kegiatan Diskusi Budaya secara zoom meeting, di Hotel Urban Pringsewu, Minggu (30/11/2025 ) diikuti 70 peserta. Agenda itu merupakan kolaborasi
Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dengan Komisi X DPR RI mengulas Budaya Lampung di era Digital.

Mangfota DPR RI Fraksi PKB dari Dapil Lampung 1 Muhammad Kadafi itu mencontohkan, jika lagu Tabola Bale. Bagaimana sebuah lagu daerah bisa memukau dunia berkat kreativitas anak muda. Hal itu bukti nyata bahwa warisan budaya bukanlah relik masa lalu, melainkan sumber inspirasi yang tak habis-habisnya.

“Untuk itulah, peran Generasi Z sebagai generasi native digital menjadi kunci. Mereka tidak hanya harus paham budaya, tetapi juga didorong untuk menjadi duta budaya yang menampilkannya dengan cara-cara yang segar dan mendunia,”harapnya.

Lantas, bagaimana cara melestarikan warisan Lampung, termasuk bahasa dan aksaranya, agar tidak hanya dikenal, tetapi juga hidup dan bernapas untuk generasi-generasi mendatang.?

“Jawabannya terletak pada cara kita memegang “pena” di era modern. Digitalisasi bukanlah penghapus tradisi, melainkan pena baru untuk menuliskan cerita kita. Melalui platform media sosial, konten kreatif, dan e-commerce,”imbuhnya.

Pada diskusi tersebut menghadirkan Nara sumber pemerhati budaya di Pringsewu Eka Zurida Aufal Fitri dan Tuti Handayani. Dihadiri pula oleh perwakilan dari Kementerian Kebudayaan RI, Dini Nurdiyawati dan Eberg Johan serta tokoh masyarakat Aris Dermawan.

Kesempatan yang sama
Tenaga Ahli dari Komisi X DPR RI Rizki Aji Pratama selalu mengharapkan kepada peserta Diskusi Budaya dapat mengikuti dengan sebaiknya dan mencerna apa yang telah diberikan oleh para nara sumber.

“Ambil ilmu terbaik yang telah didapat, dan bisa ditularkan kepada masyarakat lainnya untuk diterapkan didalam kehidupannya. Terima kasih atas kehadirannya,” ucap Aji singkat.

Sementara sehari sebelumnya, Sabtu (29/11/2025) juga telah dilakukan diskusi Budaya mengulas tiga tema sekaligus, berlangsung di Hotel Urban Pringsewu.

Diantaranya Diskusi Budaya tentang merawat akar budaya, regenerasi musik tradisional Lampung di era digital. Lalu melatih dan mengembangkan kreativitas dalam menjaga warisan tapis Lampung serta Budaya Lampung di era digital : antara peluang dan tantangan.
(**)

Seedbacklink affiliate

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-4028159191961500, DIRECT, f08c47fec0942fa0