Dialog Tanpa Jarak antara Mayjen Kristomei dan Apirasi Mahasiswa

37 views

Dialog Tanpa Jarak: Mayjen Kristomei dan Aspirasi Mahasiswa

BANDAR LAMPUNG -(News analis .com)– Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si. (Han), mengedepankan gaya kepemimpinan yang humanis, terbuka, dan responsif dalam merangkul elemen mahasiswa serta media di Provinsi Lampung.

Melalui serangkaian dialog langsung, jenderal bintang dua kelahiran Kotabumi, Lampung Utara, ini menempatkan generasi muda sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas dan pembangunan daerah.

Ketegasan yang berbalut empati ditunjukkan Mayjen Kristomei saat menemui massa Aliansi Lampung Melawan di Gapura Kantor DPRD Provinsi Lampung.

Di tengah keriuhan penyampaian aspirasi, ia memilih menghentikan dialog sejenak untuk menghormati adzan Dzuhur yang berkumandang, sebuah tindakan yang menciptakan suasana hening penuh hormat di tengah massa aksi.

Dalam kesempatan tersebut, ia secara langsung menanggapi tuntutan mahasiswa terkait kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.

Kristomei menegaskan komitmennya untuk meneruskan aspirasi tersebut kepada Panglima TNI agar kasus ditangani secara tuntas dan transparan. Namun, ia tetap memberikan pemahaman realistis kepada para mahasiswa.

“Setiap proses hukum memerlukan waktu dan harus berjalan sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Kristomei di hadapan para peserta aksi.

Ia juga memberikan apresiasi tinggi terhadap peran mahasiswa sebagai kontrol sosial dalam demokrasi, sejauh dilakukan secara tertib dan damai. “ saya bangga dengan mahasiswa mahasiswi Lampung yang telah menunjukan kualitas intelektualitas nya sebagai Akademisj dengan menyampaikan aspirasinya secara tertib dan damai” ujarnya.

Pendekatan persuasif Kristomei berlanjut dalam diskusi interaktif bersama mahasiswa Universitas Bandar Lampung di Makodam XXI/Radin Inten.

Ia menekankan bahwa tantangan global saat ini menuntut generasi muda untuk memiliki karakter yang kuat dan wawasan kebangsaan yang mendalam.

“Generasi muda harus mampu berpikir kritis di tengah tantangan global, namun tetap berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan cinta tanah air,” tegas mantan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI ini.

Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk menjadi garda terdepan dalam menyaring arus informasi di era digital. Menurutnya, mahasiswa tidak boleh mudah terpengaruh oleh hoaks yang bertebaran di media sosial.

Diskusi tersebut berkembang dinamis, mencakup isu hak asasi manusia hingga penguatan ekonomi desa melalui koperasi.

Di bawah kepemimpinannya, Kodam XXI/Radin Inten mengusung semangat “Kodam XXI/RI Kolaborasi Untuk Negeri”.

Inisiatif ini diwujudkan melalui forum silaturahmi bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan insan media se-Provinsi Lampung dengan program Radin Inten Menyapa, guna mempererat sinergi antara militer, akademisi, dan pers.

Selain penguatan komunikasi, Kristomei memaparkan peran aktif TNI AD dalam berbagai program strategis yang menyentuh kepentingan masyarakat luas.

Beberapa di antaranya adalah pembangunan Jembatan Perintis Garuda, Sumur Bor, TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), ketahanan pangan, hingga makan bergizi gratis, dan lain lain.

“Seluruh aspirasi yang disampaikan telah diteruskan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti,” ungkap lulusan Akademi Militer 1997 ini, memastikan bahwa komunikasi dua arah tetap terjaga.

Sebagai putra daerah yang pernah menjabat sebagai Kadispenad, Kristomei memahami betul pentingnya transparansi.

Ia bahkan menghadirkan Centurion 21 sebagai kanal komunikasi langsung antara masyarakat dengan jajaran TNI di wilayahnya.

Melalui langkah-langkah kolaboratif ini, Kodam XXI/Radin Inten berupaya menciptakan stabilitas keamanan yang menjadi fondasi utama bagi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat

Seedbacklink affiliate

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-4028159191961500, DIRECT, f08c47fec0942fa0