LAMPUNG, NEWS ANALIS .COM — Angin perubahan dalam dunia pendidikan Lampung mulai terasa. Di tengah upaya pemerataan mutu pendidikan yang terus digalakkan Pemerintah Provinsi Lampung, kabar membanggakan datang dari SMAN 1 Tegineneng, Kabupaten Pesawaran.
Jika sebelumnya SMAN 2 Bandarlampung mencatatkan prestasi luar biasa dengan meloloskan 100 persen siswanya ke perguruan tinggi negeri (PTN), kini SMAN 1 Tegineneng nyaris menyamai capaian tersebut. Dari 173 siswa kelas XII Tahun Ajaran 2025/2026, sebanyak 172 siswa berhasil diterima di berbagai PTN di Indonesia.
Artinya, tingkat keberhasilan mereka mencapai 99,42 persen. Di balik angka itu tersimpan cerita tentang kerja keras, disiplin, dan mimpi-mimpi anak daerah yang tak pernah berhenti mengejar masa depan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menyebut capaian tersebut sebagai bukti bahwa sekolah-sekolah di daerah memiliki kemampuan dan daya saing yang tidak kalah dibandingkan sekolah unggulan di kota besar.
“Kesuksesan SMAN 1 Tegineneng menjadi kebanggaan sekaligus menunjukkan bahwa sekolah di daerah juga mampu bersaing dengan sekolah-sekolah unggulan lainnya di kota besar,” kata Thomas, Jumat (29/5/2026).
Ia pun berharap satu siswa yang belum diterima dapat menyusul melalui jalur mandiri sehingga capaian SMAN 1 Tegineneng bisa genap menjadi 100 persen. “Semoga satu siswa ini juga segera diterima melalui jalur mandiri. Kita doakan bersama,” ujarnya.
Berdasarkan data sekolah, sebanyak 35 siswa diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), 13 siswa melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan 124 siswa melalui jalur SPAN/PTKIN, SMBP-PAN, serta Poltekkes.
Pada jalur SNBP, 12 siswa diterima di Institut Teknologi Sumatera (ITERA), delapan siswa di Universitas Lampung (Unila), 14 siswa di Politeknik Negeri Lampung (Polinela), dan satu siswa di UIN Raden Intan Lampung.
Sementara melalui jalur SNBT, 11 siswa diterima di Unila, satu siswa di Polinela, dan satu siswa di UIN Raden Intan Lampung. Kontribusi terbesar datang dari jalur SPAN/PTKIN, SMBP-PAN, dan Poltekkes dengan total 124 siswa diterima di berbagai perguruan tinggi.
Sebanyak 72 siswa diterima di UIN Raden Intan Lampung, 43 siswa di Polinela, dan sisanya tersebar di sejumlah kampus lain seperti UIN Jurai Siwo, UIN Jember, UIN Walisongo, STAIN Riau, STAIN Bangka Belitung, STAIN Langsa, STAIN Meulaboh, hingga Poltekkes.
Bagi Thomas, capaian tersebut bukanlah keberhasilan yang datang dalam semalam. Prestasi itu merupakan buah dari kerja kolektif kepala sekolah, guru, orang tua, dan para siswa yang selama ini konsisten membangun budaya belajar dan semangat berprestasi.
“Saya bangga dengan SMAN 1 Tegineneng. Saya tahu karakter anak-anaknya. Kepala sekolah dan guru-gurunya luar biasa karena mampu mendampingi dan mengarahkan peserta didik hingga berhasil diterima di PTN mencapai 99,42 persen. Kalian hebat, guru-guru SMAN 1 Tegineneng,” ujarnya.
Menurut Thomas, tren peningkatan jumlah siswa yang diterima di perguruan tinggi negeri juga terjadi di sejumlah sekolah lain di Lampung. Ia mencontohkan SMAN 3 Kotabumi yang pada tahun lalu hanya meloloskan sekitar 59 siswa ke PTN.
Tahun ini jumlahnya melonjak hingga hampir 130 siswa. Peningkatan serupa juga terjadi di SMAN 7 Kotabumi dan sejumlah sekolah lain di Kabupaten Lampung Utara. Fenomena tersebut, kata dia, menjadi sinyal bahwa kualitas pendidikan di berbagai daerah terus bergerak ke arah yang lebih baik.
“Pencapaian SMAN 1 Tegineneng ini menjadi bukti bahwa pemerataan kualitas pembelajaran yang dilakukan melalui pembinaan Cabang Dinas berjalan dengan baik. Sekolah-sekolah di daerah memiliki kualitas dan daya saing yang tidak kalah dengan sekolah-sekolah di perkotaan,” tegasnya.
Thomas menambahkan, perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan tidak hanya berpusat di Bandar Lampung, tetapi menjangkau seluruh kabupaten dan kota agar setiap sekolah memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang dan berprestasi.
Salah satu strategi yang diterapkan Disdikbud Lampung adalah melakukan pemetaan kemampuan akademik siswa melalui analisis nilai dan passing grade sehingga peserta didik dapat menentukan pilihan jurusan dan perguruan tinggi secara lebih realistis.
“Strategi yang kami lakukan adalah menganalisis skor siswa dan menyesuaikannya dengan passing grade sehingga pilihan jurusan menjadi lebih tepat,” jelasnya.
Dalam waktu dekat, Disdikbud Lampung juga akan mengumpulkan seluruh kepala SMA dan SMK se-Lampung guna memperkuat sinergi, melakukan evaluasi, dan menyusun langkah strategis peningkatan mutu pendidikan ke depan.
“Kami ingin seluruh sekolah di Lampung bergerak bersama meningkatkan mutu pendidikan, prestasi siswa, dan daya saing lulusan,” katanya.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Tegineneng, Meri Juwita, mengatakan keberhasilan 172 siswa diterima di PTN merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
Menurutnya, peningkatan kompetensi guru menjadi salah satu kunci utama keberhasilan tersebut. Berbagai program pengembangan profesional, termasuk Hari Guru Belajar, rutin dilaksanakan untuk memperkuat kualitas pembelajaran dan asesmen di kelas.
Selain itu, sekolah juga menerapkan pembelajaran mendalam (deep learning) yang dipadukan dengan asesmen berbasis Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan pola seleksi masuk perguruan tinggi negeri.
Pendekatan tersebut diterapkan dalam setiap tes formatif dan sumatif sehingga siswa terbiasa menghadapi soal-soal yang menuntut kemampuan berpikir kritis, analitis, dan pemecahan masalah.
Tak hanya itu, sekolah juga rutin menggelar try out berbasis TKA dan ujian masuk PTN sedikitnya satu kali setiap bulan. Hasilnya dievaluasi menggunakan pendekatan Item Response Theory (IRT) sehingga kemampuan setiap siswa dapat dipetakan secara lebih akurat.
“Dari hasil itu kami bisa menentukan bentuk pendampingan yang paling tepat bagi masing-masing siswa,” ujar Meri. Ia menambahkan, keberhasilan tersebut juga lahir dari kolaborasi yang kuat antara sekolah, orang tua, dan berbagai pemangku kepentingan.
Melalui program parenting serta Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, sekolah berupaya membangun karakter, kedisiplinan, dan budaya belajar yang kuat.
“Keberhasilan ini adalah buah dari kerja bersama. Ketika sekolah, guru, siswa, orang tua, dan seluruh stakeholder berjalan dalam tujuan yang sama, maka prestasi tinggi dapat diraih. Alhamdulillah, tahun ini 172 siswa kami berhasil diterima di berbagai PTN,” katanya.
Di Tegineneng, angka 99,42 persen bukan sekadar statistik. Angka itu adalah jejak mimpi yang berhasil menemukan jalannya. Dari ruang-ruang kelas yang jauh dari hiruk-pikuk kota besar, para siswa membuktikan bahwa semangat belajar tidak mengenal batas geografis. Bahwa dari daerah, harapan dapat tumbuh tinggi, menembus gerbang-gerbang perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia. (Redaksi)
Editor:Armiji Abusani








