Musprov ke VIII Apindo Lampung,Gubernur Mirza Dorong Iventasi dan Hilirisasi Industri Pertanian.

31 views

Bandar Lampung ,——NEWS ANALIS.COM

Musprov VIII Apindo Lampung, Gubernur Mirza Dorong Investasi dan Hilirisasi Industri Pertanian

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengajak Apindo memperkuat hilirisasi sektor pertanian guna meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah. Dalam Musprov VIII Apindo Lampung, Mirza menegaskan pentingnya investasi dan pengembangan industri pengolahan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus menjadikan Lampung sebagai pusat industri pengolahan di Sumatera Bagian Selatan.


Musprov VIII Apindo Lampung, Gubernur Mirza Dorong Investasi dan Hilirisasi Industri Pertanian.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengajak kalangan dunia usaha memperkuat hilirisasi sektor pertanian guna mendukung transformasi ekonomi daerah dan meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan Lampung.

Ajakan tersebut disampaikan Gubernur saat membuka Musyawarah Provinsi (Musprov) VIII Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Lampung di Ballroom Hotel Emersia, Bandar Lampung, Senin (22/6/2026).

Menurut Gubernur Mirza, Apindo memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam mendorong investasi, memperkuat hilirisasi industri, serta menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Ia menyebut Lampung memiliki fondasi ekonomi yang kuat karena ditopang sektor pertanian dengan luas lahan sekitar 3,5 juta hektare yang sebagian besar dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian dan perkebunan.

“Lampung tumbuh dari sektor pertanian. Kita memiliki potensi besar mulai dari padi, jagung, singkong, nanas, pisang, kopi, tebu hingga berbagai komoditas perkebunan lainnya. Potensi ini harus terus ditingkatkan melalui hilirisasi agar memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat,” kata Mirza.

Menurutnya, berbagai komoditas unggulan Lampung telah menarik minat investor untuk mengembangkan industri pengolahan. Karena itu, Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan daerah tersebut menjadi pusat industri pengolahan pangan dan komoditas berbasis sumber daya alam di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).

Untuk mendukung target tersebut, Pemprov Lampung berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif serta memberikan kemudahan perizinan bagi pelaku usaha.

Mirza juga menilai arah pembangunan ekonomi nasional saat ini mulai mengedepankan pendekatan ekonomi berbasis desa atau bottom up economy. Melalui penguatan sektor pertanian, peningkatan harga komoditas, program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan pengembangan ekonomi desa, pemerintah berupaya meningkatkan daya beli masyarakat.

“Kalau ekonomi desa tumbuh, daya beli masyarakat meningkat, konsumsi naik, dan pada akhirnya akan menciptakan pasar yang lebih besar bagi dunia usaha,” ujarnya.

Ia mengungkapkan realisasi investasi di Lampung pada 2025 mencapai sekitar Rp 15 triliun dan ditargetkan meningkat menjadi Rp 20 triliun pada tahun berikutnya. Sejumlah investasi baru di sektor energi dan industri pengolahan juga mulai masuk ke Provinsi Lampung.

Meski demikian, Mirza mengingatkan bahwa peningkatan produktivitas pertanian harus dibarengi pengembangan industri hilir agar tidak menimbulkan kelebihan pasokan yang berpotensi menekan harga komoditas petani.

“Ketika produktivitas meningkat tetapi hilirisasi tidak berkembang, harga akan jatuh. Karena itu peluang investasi harus kita tangkap bersama agar pertumbuhan ekonomi Lampung semakin kuat dan berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPP Apindo Lampung Ary Meizari Alfian mengatakan Musprov VIII menjadi momentum penting untuk menyusun arah strategis organisasi dan dunia usaha Lampung selama lima tahun ke depan.

Ary memaparkan sejumlah capaian organisasi selama periode kepengurusannya, di antaranya penguatan advokasi ketenagakerjaan, pengembangan program UMKM Merdeka yang kemudian diadopsi secara nasional oleh Apindo, perluasan jejaring investasi, serta penguatan kemitraan dengan berbagai lembaga nasional dan internasional.

Menurutnya, sepanjang periode 2021–2026, Apindo Lampung telah melaksanakan lebih dari 200 kegiatan organisasi, membangun kemitraan dengan lebih dari 50 pemangku kepentingan strategis, serta merealisasikan lebih dari 90 persen program kerja yang telah ditetapkan.

Ary menegaskan Apindo Lampung akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan investasi, pengembangan UMKM, penciptaan lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi daerah.(Red)

Editor : Armiji Abusani.

Seedbacklink affiliate

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-4028159191961500, DIRECT, f08c47fec0942fa0