ITERA Dampingi Masyarakat Way Kalam Kembangkan Minyak Atsiri Daun pala Berbasis Gren Economy

32 views

ITERA Dampingi Masyarakat Way Kalam Kembangkan Minyak Atsiri Daun Pala Berbasis Green Economy

Lampung Selatan —–Newsanalis.Com Lampung – Institut Teknologi Sumatera (ITERA) melalui tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melaksanakan rangkaian kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Way Kalam, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, pada 7–8 Juli 2026. Kegiatan ini mengusung tema pengembangan ekonomi hijau melalui pengolahan hasil agroforestri pala menjadi produk bernilai tambah. 

Rangkaian kegiatan diawali pada Selasa, 7 Juli 2026, dengan pengantaran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) ITERA ke Desa Way Kalam. Mahasiswa tersebut akan terlibat langsung dalam pendampingan masyarakat melalui program PkM Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Green Economy melalui Pengolahan Hasil Agroforestri Pala.

Ketua Tim PkM ITERA, Rio Ardiansyah Murda, S.Hut., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, pemerintah desa, dan kelompok masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal desa. Kegiatan ini juga didukung oleh Hibah Pengabdian Masyarakat  dengan skema Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa dengan nomor kontrak 1415b/DST/IT9.2.1/PM.01.03/2026.

“Desa Way Kalam memiliki potensi agroforestri pala yang cukup besar. Melalui kegiatan ini, kami mendorong agar komoditas pala tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi juga dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi, salah satunya minyak atsiri daun pala,” ujarnya.

Pada Rabu, 8 Juli 2026, tim PkM ITERA melaksanakan pelatihan penggunaan alat destilasi minyak atsiri daun pala kepada masyarakat. Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan kelompok masyarakat, perangkat desa, serta mitra program, yaitu Pokdarwis Way Terjun dan KUPS Sadar Wisata.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai prinsip kerja alat destilasi, pengenalan bagian utama alat, prosedur keselamatan kerja, persiapan bahan baku daun pala, proses penyulingan, hingga pemisahan minyak atsiri dari hasil destilasi. Peserta juga mengikuti praktik langsung agar mampu memahami cara pengoperasian alat secara benar dan aman.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengolah hasil agroforestri pala menjadi produk turunan yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Selain itu, pengembangan minyak atsiri daun pala juga diharapkan dapat mendukung penguatan produk lokal desa, pengembangan UMKM, serta integrasi dengan potensi wisata Way Terjun.

Pemerintah Desa Way Kalam menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Program ini dinilai sejalan dengan upaya desa dalam mendorong pengembangan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Melalui pelibatan mahasiswa KKN, kegiatan PkM ini juga menjadi ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu pengetahuan di masyarakat. Mahasiswa berperan dalam pendampingan teknis, dokumentasi kegiatan, penguatan promosi produk, serta membantu proses pemberdayaan masyarakat selama berada di desa.

Tim PkM ITERA berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dapat berlanjut menjadi unit usaha masyarakat berbasis hasil hutan bukan kayu. Dengan adanya alat destilasi dan pendampingan berkelanjutan, masyarakat Way Kalam diharapkan mampu mengembangkan produk minyak atsiri daun pala sebagai salah satu produk unggulan desa.

Program ini menjadi bagian dari komitmen ITERA dalam mendukung hilirisasi produk lokal, penguatan ekonomi desa, dan penerapan konsep green economy melalui kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.(Redaksi)

Seedbacklink affiliate

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-4028159191961500, DIRECT, f08c47fec0942fa0