Fisip Gelar Ujian Terbuka Sidang Promosi Doktor Fera Seftinda

68 views

FISIP Gelar Ujian Terbuka Sidang Promosi Doktor Fera Seftinda

BandarLampung , ——Newsanaliscom (Unila): Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan ujian terbuka sidang promosi doktor pada Jumat, 24 Juli 2026, di Aula A 1.1 FISIP Unila.

Sidang Promosi Doktor dibuka oleh Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., sebagai Ketua Tim Penguji, Prof. Dr. Anna Gustina Zainal, S.Sos., M.Si., sebagai Sekretaris Penguji, Prof. Dr. Novita Tresiana, S.Sos., M.Si., sebagai Promotor, Prof. Dr. Feni Rosalia, M.Si., sebagai Ko Promotor.

Turut hadir Prof. Intan Fitri Meutia, S. A. N., M.A., Ph.D., Dr. Arif Sugiono, S.Sos., M.Si., Dr. Dedy Hermawan, S.Sos., M.Si., Prof. Arizka Warganegara, S.IP., M.A., Ph.D., selaku Penguji Internal, Dr. Ir. Hamartoni Ahadis, M.Si., selaku Penguji Eksternal.


Pada kesempatan tersebut, Fera memaparkan disertasinya berjudul “Redesain Proses Bisnis dalam Optimalisasi Layanan Mall Pelayanan Publik di Kabupaten Tulang Bawang”.

Penelitian ini berangkat dari kehadiran Mall Pelayanan Publik (MPP) yang diinisiasi sebagai inovasi pemangkasan birokrasi (red tape reduction) masih menghadapi kesenjangan (gap) tajam antara kenyamanan di lini depan (frontend) dan kompleksitas prosedural di lini belakang (backend).

Permasalahan ini berdampak pada penurunan jumlah pengguna layanan hingga lebih dari 60% sejak tahun 2020 serta ketidakstabilan kehadiran instansi vertikal akibat belum adanya integrasi proses bisnis yang substantif.

Selain itu, akar kemacetan (bottleneck) utama bersumber dari keterputusan proses bisnis (business process decoupling), dominasi layanan oleh DPMPTSP, serta terisolasinya sirkulasi data pada aplikasi bawaan masing-masing lembaga yang belum terhubung (interoperable). Kondisi tersebut melahirkan corak pelayanan yang masih bersifat semi-integrated service.

Fera merumuskan empat fokus utama, yaitu menganalisis kondisi eksisting proses bisnis layanan, mengidentifikasi faktor dan konteks urgensi perubahan, menjelaskan mekanisme redesain proses bisnis, hingga merumuskan model perubahan layanan MPP.

Berdasarkan data yang dihimpun melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, hasil penelitian menunjukkan bahwa redesain proses bisnis di MPP Kabupaten Tulang Bawang terbentuk melalui adaptasi informal aktor, legitimasi kelembagaan yang terfragmentasi, dan keterbatasan interoperabilitas teknologi digital.

Disertasi ini menghasilkan Model Konseptual Redesain Proses Bisnis yang menegaskan bahwa transformasi pelayanan publik memerlukan pergeseran dari sekadar integrasi fisik menuju integrasi tata kelola dan platform digital yang utuh serta saling terhubung.

Melalui temuan dan model konseptual dalam disertasi ini, hasil penelitian Fera Seftinda diharapkan dapat menjadi masukan strategis bagi Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang dalam membenahi tata kelola pelayanan publik.

Besar harapan studi ini mampu mendorong integrasi sistem digital yang lebih solid, sehingga pelayanan publik di lapangan benar-benar menjadi lebih cepat, efisien, dan berdampak langsung bagi masyarakat. [_Nurma Safira]

Editor Armiji Abusani

Seedbacklink affiliate

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-4028159191961500, DIRECT, f08c47fec0942fa0