Irham Jafar: Awasi Penggunaan Media Sosial
Tulang Bawang Udik –—–NEWS ANALIS. COM . Anggota MPR RI Irham Jafar Lan Putra mengimbau para orangtua agar mengawasi anak-anak mereka dalam menggunakan media sosial. Sebab, informasi yang tersaji dapat memberi pengaruh negatif terhadap putra-putri mereka.
Irham Jafar mengatakan hal tersebut saat menggelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan: Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Acara diselenggarakan di Balai Tiyuh Karta Tanjung Selamat Kecamatan Tulang Bawang Udik Kabupaten Tulang Bawang Barat, Kamis 24 September lalu.
Dihadapan sekitar 150 warga Tiyuh Karta Tanjung Selamat, Anggota Komisi IV DPR RI itu mengatakan, saat ini sopan santun dan tata krama anak-anak muda sudah menurun. “Dulu, anak-anak terbiasa cium tangan oangtua. Sekarang, kalau pamit kepada orangtua cukup dadah-dadah saja,” kata Irham Jafar.
Menurut dia, menurunnya adab sopan santun itu salah satunya disebabkan oleh perkembangan teknologi informasi. Anak-anak yang terpapar tayangan media-media sosial, cenderung mengalami perubahan sikap mental. Di antaranya, kehilangan sopan santun.
Ketua Mahkamah Partai DPP PAN itu mengakui, perkembangan teknologi informasi memang punya dampak positif. Tetapi, tentu saja ada dampak-dampak negatifnya. “Nah, dampak negatif itulah yang patut diwaspadai,” kata Irham Jafar.
Menjawab pertanyaan peserta mengenai cara mendidik anak, Irham Jafar menyebut, pertama-tama orangtua wajib memberi dan menjadi teladan bagi anak-anak mereka. Orangtua juga wajib mengawasi anak-anaknya: tayangan apa saja yang mereka tonton dan dilarang pulang larut malam.
Bagi anak-anak yang masih kecil, sangat penting diberi pendidikan agama, misalnya belajar mengaji. Sedangkan terhadap anak yang sudah remaja dan dewasa, wajib dilihat dengan siapa mereka bergaul. Jangan sampai anak-anak kita bergaul dengan anak-anak yang kurang baik perilakunya.
Pada kesempatan tersebut Irham Jafar juga menjelaskan mengenai pentingan pemasyarakatan kembali nilai-nilai 4 Pilar Kebangsaan: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menangkal pegeseran-pergeseran nilai yang terjadi di masyarakat.
Irham menyebut, sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang nilai-nilai yang terkandung dalam UUD ’45, Pancasila, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Pemahaman tersebut akan memberi bobot kepada masyarakat untuk hidup dalam realitas nilai-nilai masyarakat yang terus berubah dengan tetap memegang teguh jati diri.
Di antara nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila ada tradisi gotong royong, urun rembug, dan toleransi. Ketiga nilai ini belakangan mulai meluntur. Maka, perlu untuk dicerahkan lagi, terutama di kalangan generasi muda. (Red)
EDITOR ARMIJI ABUSANI OBARA








