I Komang Koheri, Anak Transmigran Bali dari Tabanan yang Kini Jadi Bupati Lampung Tengah
Lampung Tengah, ——Newsanalis.Com
Kisah I Komang Koheri tidak bisa dilepaskan dari perjalanan panjang keluarga Bali yang memilih meninggalkan tanah leluhur untuk membangun kehidupan di tanah transmigrasi khusus di LampungTengah.
Lahir di Seputih Raman, Lampung Tengah, 25 November 1972, Koheri merupakan putra pasangan I Made Linteb dan Ni Made Sasih yang berasal dari Kerambitan, Kabupaten Tabanan, Bali.
Ayahnya, I Made Linteb, berangkat ke Lampung Tengah pada 1952 melalui program transmigrasi pada masa pemerintahan Bapak.Soeharto
Dari keluarga perantauan itulah Koheri tumbuh hingga kemudian menapaki dunia Usaha bidang Koperasi , politik dan pemerintahan di Provinsi Lampung.
Perjalanan politiknya berlangsung cukup panjang. Ia pernah menjadi anggota DPRD Provinsi Lampung selama dua periode, yakni 2009-2014 dan 2014-2019.
Setelah itu, Koheri terpilih menjadi anggota DPR RI dari daerah pemilihan Lampung II untuk periode 2019-2024.
Karier politik tersebut kemudian membawanya ke panggung Pilkada Lampung Tengah 2024.
Koheri maju sebagai calon wakil bupati mendampingi Ardito Wijaya. Pasangan tersebut meraih 369.974 suara atau 63,71 persen suara sah dalam Pilkada Lampung Tengah 2024.
Keduanya kemudian dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Lampung Tengah untuk periode 2025-2030.
Namun, perjalanan pemerintahan pasangan tersebut kemudian mengalami perubahan.
Pada Desember 2025, Koheri mendapat penugasan sebagai Pelaksana Tugas Bupati Lampung Tengah setelah Ardito Wijaya diberhentikan sementara dalam proses hukum yang sedang berjalan. Penugasan itu kemudian diperkuat melalui Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 100.2.1.3-970 Tahun 2026.
Pada 23 Juni 2026, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal kembali menyerahkan SK Mendagri terkait penunjukan Koheri sebagai Plt Bupati Lampung Tengah.
Dalam posisi tersebut, Koheri menjalankan tugas dan kewenangan Bupati Lampung Tengah untuk memastikan roda pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan.
Hingga September 2026, Koheri masih menjalankan tugas sebagai Plt Bupati Lampung Tengah. Ia tercatat menghadiri berbagai agenda pemerintahan daerah, termasuk kegiatan bersama masyarakat dan jajaran pemerintah kabupaten.
Pada 15 September 2026, misalnya, Koheri masih diberitakan dalam kapasitasnya sebagai Plt Bupati Lampung Tengah dalam agenda pengawasan pemerintahan daerah.
Di balik perjalanan politik tersebut, identitas Bali tetap menjadi bagian dari latar belakang Koheri.
Ia dikenal sebagai salah satu tokoh masyarakat Bali di Lampung dan pernah menjabat sebagai Ketua Paguyuban Bali Lampung.
Koheri juga aktif dalam organisasi politik dan kemasyarakatan, termasuk sebagai Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lampung Tengah dan pernah menjadi Sekretaris Taruna Merah Putih di wilayah tersebut.
Pendidikan Koheri ditempuh di Lampung. Ia bersekolah di SD Negeri 1 Rama Dewa pada 1979-1985, kemudian SMP Negeri 1 Seputih Raman pada 1985-1988 dan SMA Negeri 1 Kotagajah pada 1988-1991.
Pendidikan tingginya ditempuh di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Lampung dan ia menyelesaikan pendidikan sarjana pada 1996.
Dalam kehidupan keluarga, Koheri menikah dengan Ni Ketut Dewi Nadi. Pasangan ini dikaruniai dua anak, Luh Tasya Saraswati dan Komang Raja Seva Mayday.
Keluarga Koheri juga masih membawa tradisi dan identitas Bali meskipun telah beberapa generasi hidup di Lampung.
Kini, perjalanan seorang anak keluarga transmigran asal Kerambitan, Tabanan, Bali itu telah sampai pada posisi penting di pemerintahan Lampung Tengah.
Dari keluarga yang datang ke Lampung melalui program transmigrasi pada 1950-an, Koheri kemudian tumbuh di Seputih Raman, masuk ke dunia politik, menjadi anggota DPRD Lampung, anggota DPR RI, Wakil Bupati, hingga kini menjalankan tugas sebagai Plt Bupati Lampung Tengah.
Perjalanan tersebut membuat sosok I Komang Koheri menarik bukan hanya karena latar belakang politiknya, tetapi juga karena kisah perpindahan sebuah keluarga Bali yang kemudian membangun kehidupan dan berakar di tanah Lampung.
(TB)
Editor Armiji Abusani Obara







