Gelombang Mutasi Polri Sampai ke Lampung, Yustan Gantikan Helfi sebagai Kapolda

35 views

Gelombang Mutasi Polri Sampai ke Lampung, Yustan Gantikan Helfi sebagai Kapolda

LAMPUNG, NEWSANALIS.CON — Jabatan Kepala berganti. Brigjen Pol Yustan Alpiani dipercaya menggantikan Irjen Pol Helfi Assegaf berdasarkan mutasi jabatan yang dilakukan a Kepolisian Daerah (Kapolda) Lampung Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Kapolda Lampung terkena gerbong mutasi bersama 199 personel yang terdiri dari Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen). Mutasi tersebut mencakup sejumlah jabatan strategis, mulai dari Wakabaintelkam Polri, Kakorlantas Polri, hingga tiga kepala kepolisian daerah (kapolda).

Pergantian tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP/2026 tertanggal 10 Oktober 2026. Irjen Pol Helfi Assegaf dimutasi sebagai pati Bareskrim Polri (penugasan luar struktur). 

Sebelumnya, Irjen Pol Helfi Assegaf memiliki pengalaman panjang di bidang reserse, terutama penyidikan tindak pidana ekonomi. Sebelum menjabat Kapolda Lampung, ia dipercaya sebagai Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menjelaskan, mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi sekaligus pembinaan karier personel. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat kinerja institusi dan memastikan kesinambungan pelaksanaan tugas kepolisian.

Menurut Johnny, penempatan personel mempertimbangkan kebutuhan organisasi, kompetensi, kapabilitas, rekam jejak, dan integritas. Prinsip meritokrasi juga menjadi dasar dalam menentukan pejabat yang dipercaya mengemban amanah baru.

“Prinsip meritokrasi menjadi bagian penting agar setiap personel yang mendapat amanah jabatan mampu menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab,” ujar Johnny dalam keterangannya, Minggu (11/10/2026).

Ia berharap para pejabat yang dimutasi segera menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja dan karakteristik wilayah tugas masing-masing. Integritas, profesionalisme, serta pelayanan yang responsif kepada masyarakat harus tetap menjadi prioritas.

“Setiap pejabat diharapkan segera menyesuaikan diri, menjaga integritas, serta menghadirkan kinerja yang profesional dan responsif. Pada akhirnya, seluruh pelaksanaan tugas kepolisian harus berorientasi pada pelayanan dan kepentingan masyarakat,” katanya.

Johnny menambahkan, penguatan organisasi melalui mutasi jabatan diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap Polri.

“Semangat tersebut sejalan dengan tagline Polri, ‘Polisi Bersama Masyarakat’. Polri akan terus berupaya hadir dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tutupnya. (Redaksi)

Editor Newsanalis com

Seedbacklink affiliate

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-4028159191961500, DIRECT, f08c47fec0942fa0