Jakarta ,—–Newsanalis com Di tengah mutasi besar-besaran di jajaran tubuh Polri, sejak pergantian Kapolri dari Jenderal Listyo Sigit Prabowo ke Jenderal Suyudi Ario Seto. Bahkan, tidak hanya sekali, tapi dua kali berturut-turut dalam dua pekan belakangan ini. Mutasi kedua malah jauh lebih besar daripada mutasi pertama. Maka satu nama yang boleh dibilang tetap bertahan (kokoh) adalah Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Bhudi Hermanto.
Mujarab juga “jimat” yang dipakai Kombes Bhudi, sehingga ia selamat dari mutasi besar-besaran yang dilakukan Kapolri Suyudi Ario Seto secara berturut-turut belakangan ini? Kombes Bhudi ditunjuk sebagai Kabid Humas Polda Metro Jaya pada tanggal 19 September 2025 era Kapolri Listyo Sigit Prabowo, yang tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2134/IX/KEP./2025. Berarti, sudah satu tahun ia berada di posisi itu.
Sebelumnya, Kombes Bhudi menjabat sebagai Kasubdit III Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri. Pernah juga menjabat sebagai Wakil Direktur Reskrimsus Polda Kalimantan Selatan, lalu sebagai Dirreskrimsus Polda Jawa Timur. Masih ingatkah tragedi Kanjuruhan? Kombes Bhudi waktu itu sebagai Kapolresta Malang. Ia sampai sujud massal meminta maaf kepada korban dan keluarga korban, serta Tuhan Yang Maha Esa.
Kombes Bhudi tercatat sebagai Akpol tahun 2000. Berarti, berjarak 6 tahun dari Kapolri Suyudi Ario Seto yang merupakan Akpol 1994. Dengan tidak terkenanya dua kali mutasi besar-besaran di jajaran tubuh Polri, ada kemungkinan karir Kombes Bhudi akan terus melejit. Artinya, rumor bersih-bersih “orang Kapolri Sigit” di jajaran tubuh Polri, tidak berlaku bagi Kombes Bhudi. Ia tetap bertahan, kendati wajah-wajah baru bermunculan.
Satu karakter yang dilihat “orang dalam” terkait mutasi besar-besaran Kapolri Suyudi Ario Seto ini adalah bahwa orang-orang yang tidak mendapatkan jabatan strategis di jajaran tubuh Polri era sebelumnya, padahal ia potensial, itulah yang menempati posisi strategis saat ini. Tapi hal itu tidak berlaku bagi Kombes Bhudi Hermanto. Sehingga, konferensi pers kemarin, terasa tidak ada hal yang baru di Polda Metro Jaya.
Maklum, Kombes Bhudi Hermanto selalu tampil dalam kasus-kasus yang mendapat sorotan besar media dan publik selama ini. Misalnya, apa lagi kalau bukan kasus ijazah Jokowi yang sampai saat ini masih bergulir di Pengadilan. Kemudian, soal penggeledahan rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, termasuk kasus meninggalnya Sutrimo, yang terbukti wajar, setelah dieksumasi. Kini, saat Kombes Bhudi tampil lagi, seolah-olah tak ada pergantian di Polda Metro Jaya. Selamat. (ERIZAL)
Editor Newsanalis.Com (Armiji Abusani)







