Unila Be Strong Momentum Prestasi di Usia Unila ke -58

70 views

0

Secara khusus, ia memberikan apresiasi kepada para rektor terdahulu atas dedikasi dan perjuangan mereka dalam mewujudkan visi perluasan kampus Unila. Atas pencapaian ini semua, rektor perempuan pertama Unila ini mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang menaruh perhatian sangat besar bagi kemajuan Unila. Ia mengajak semua berpegang teguh dengan semangat untuk menjadi kuat ‘Be Strong‘. “Mari kita bersatu, bersinergi, dan berkolaborasi, sambil terus menggali potensi terbaik yang kita miliki. Dengan kekuatan dan keteguhan hati, kita akan menjadikan Unila sebagai lambang keunggulan ilmu pengetahuan, tidak hanya di tanah air tetapi juga di kancah internasional. Bersama, tidak ada hal yang tak mungkin,” tukas Prof. Lusmeilia optimistis. Gubernur Lampung Arinal Djunaidi yang hadir dan memberikan sambutan mengatakan, keberadaan Unila yang telah berusia 58 tahun dimaknai dengan harapan masyarakat Lampung agar Unila mewujudkan sumber daya manusia berkualitas, serta bisa berkontribusi terhadap penguatan kebijakan pemerintah maupun pemerintah daerah. Kepada sivitas akademika Unila, ia meminta agar dapat menjaga nama baik kampus tercinta. Alumni fakultas pertanian ini juga mengungkapkan rasa bangga karena menerima penghargaan Wira Utama Bakti Unila, yakni sebagai alumni membanggakan dan dapat menjadi contoh alumni yang berhasil menjadi pemimpin. Penghargaan diberikan Rektor Unila pada momen spesial itu. Peringatan dies natalis tahun ini juga menjadi perayaan yang tidak akan terlupakan bagi keluarga besar Unila. Bertepatan dengan hari jadi ini, Unila diselimuti duka yang mendalam karena telah ditinggalkan the founding father sekaligus rektor pertama Unila Prof. Dr. Ir. Sitanala Arsyad, ke haribaan Allah subhanahu wa taala. Sebelum dimakamkan, jenazah Prof. Sitanala sempat disemayamkan di GSG diiringi doa dan salawat dari sivitas akademika Unila yang turut memberikan penghormatan terakhirnya dan melepas dengan ikhlas kepergian sosok penuh dedikasi untuk kemajuan Unila itu. Pelepasan jenazah secara resmi dipimpin Rektor Unila didampingi Gubernur Lampung dan jajaran pimpinan yang hadir.
BACA JUGA :  Upacara well come and farewell Parade Jailers way Kana AKBP Praying Widodo
Agenda puncak dies natalis turut diisi dengan penyampaian orasi berjudul “Green Finance dan Energi Berkelanjutan untuk Membangun Ekonomi yang Rendah Karbon” oleh Prof. Dr. Sri Hasnawati, S.E., M.M. Kemudian dilakukan pula penyerahan penghargaan bagi alumni dan purnabakti terbaik, penyerahan daftar nama purnabakti Unila kepada ketua IKPA, serta pengumuman pemenang berbagai lomba yang diadakan sebagai rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-58 Unila. (**/Oji)