
Pasca mendapatkan rekomendasi Partai Demokrat, Ahmad Mirzani Djausal (RMD) bersama Jihan Nurlela SIAP berlayar di Pilgub Lampung 2024, lawannya bakal cuma satu pasang Calon Dan Berpotensi lawan kotak kosong.
Cuma ada satu lagi calon gubernur Lampung, yakni Arinal Djunaidi Dan Hanan A. Rozak yang diusung GOLKAR Namun, petahana ini lokak tegambui (bakal tak bisa mendaftarkan diri ikut Pilgub Lampung ke KPU Lampung karena belum cukup kursi dan belum ada wakilnya.
Kemungkinan dilast menit GOLKAR akan munculkan Hanan A. Rozak Dan kemungkinan berkoalisi bersama PDIP, PAN dan PKS.
Merujuk kepada Surat tugas yang diberikan Dari DPP GOLKAR ARINAL pada tanggal 16 Augustus 2024 Harus mengumumkan wakil Gubernur Dan partai Koslisi kepada Publik Dan DPP GOLKAR.
Kepada media lain, Mantan Bupati Tulangbawang Barat (Tubaba) Umar Ahmad yang direkomendasi PDIP sebagai bakal calon wakil gubernur Lampung ogah-ogahan dijodohkan dengan Arinal Djunaidi.(HANAN A. ROZAK) alternatif dilast menit pendaftaran KPU .
Tak ada lawan lagi untuk bakal calon gubernur Lampung periode 2024-2029, RMD yang akrab dipanggil Iyay Mirza kemungkinan besar bakal calon tunggal, lawan kotak kosong di Pilgub Lampung 2024.
Dari 85 kursi DPRD Lampung, RMD sudah BORONG partai dengan mengantongi 46 kursi: 16 kursi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), 11 kursi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), 10 kursi Partai Nasional Demokrat (NasDem), dan Partai Demokrat (9).

Sisa 39 kursi, yakni Partai Golongan Karya (Golkar) 11 kursi, PDIP 13 kursi, Partai Amat Nasional (PAN) (8 kursi), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 7 kursi. “Partai-partai ini last minute akan merapat ke Mirza,” ujar orang dekat RMD.
Dosen Fisip Universitas Muhammadiyah Lampung Candrawansa sudah melihat ada kemungkinan(RMD) melawan kotak kosong. Meski, menurut dia, masih ada ruang head to head,Hanya Ada dua pasang Calon Gubernur pilkada 2024.
“Dari sisa partai politik yang belum menentukan sikap, antara lain Partai Golkar, PKS, dan PDI Perjuangan, Dan PAN ” katanya kepada AWAK media masih Ada peluang koslisi partai GOLKAR -PAN -PKS Dan PDIP.
Menurut dia, bisa saja nanti Golkar dan PKS mengusung sendiri bakal calonnya. “Tapi arah lawan kotak kosong juga masih ada potensi,” ujarnya
Kalau dilihat secara politis, lawan kotak kosong itu kurang baik, tak ada edukasi berdemokrasi. Masyarakat jadi kurang mendapatkan perbandingan calon untuk dapat melihat dan menilai visi dan misi calon, yang nanti hanya lawan kotak kosong.
” Dan hanya disuguhi dengan 1 pasangan calon, menurutnya pemilihan kepala daerah menarik dengan adanya beberapa pasang calon untuk pesta demokrasi, kalau cuma satu paslon kurang rame karena tidak ada perdebatan dikalangan masyarakat,” tuturnya.(Tim /Red)
Editorial (Armiji Abusani)








