Nasib Aries Sandi, dari Kursi Bupati ke Kursi Panas
March 5, 2025 ,PESAWARAN, LAMPUNG
Ilustrasi : Artificial Intelligence
Rizal Pandiya
NEWSANALIS .COM – Aries Sandi Darma Putra kini bagai ketiban meteor. Kalau dulu duduk manis di kursi bupati, tapi sekarang kursinya melayang entah kemana. Sejak Mahkamah Konstitusi (MK) memberi kartu merah, tidur Aries mungkin tak enak, makannya pun tak nyenyak. Eh…terbalik ya?
Apa lagi sekarang, LSM dan ormas siap mengejar, dan KPU serta Bawaslu pun ikut terseret dalam pusaran drama politik ini. Kedua lembaga penyelenggara Pilkada itu, harus bertanggung jawab karena telah meloloskan calon bodong masuk arena kontestasi Pilkada.
Kalau kata orang, “Hidup adalah roda yang berputar.” Tapi dalam kasus Aries, rodanya kayak lepas terus masuk selokan! Dulu sukses jadi bupati, sekarang malah sukses bikin rekor: dua kali menggunakan “ijazah” yang diduga palsu! Jangan-jangan nanti dia malah lebih terkenal dari seleb TikTok!
Tapi harus diakui, Aries Sandi memiliki ketajaman membaca peluang jadi “raja kecil” di Pesawaran. Rupanya dia menggunakan filosofi iklan Sprite “Kutahu Yang Kau Mau”. Hanya cukup pakai Surat Keterangan Pengganti Ijazah (SKPI) untuk menghadapi Pilkada 2010, dia lolos jadi bupati. Pokoknya “bles ewes-ewes, bablas angine”.
Dia sudah membaca peta kondisi mental KPU dan Bawaslu agar lolos dari tahapan verifikasi faktual. Dia juga sudah tahu “maunya” Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, agar mengeluarkan SKPI, meski tak pernah tamat SMA.
Kalau dulu modus yang sama berhasil, sekarang situasinya beda! Netizen makin kritis, LSM makin gahar, dan yang pasti, hakim MK makin jeli. Sudah nggak ada tempat lari lagi bagi “Anak Papi”! Tinggal tunggu aja, apakah bakal ketemu “pesantren kilat” di balik jeruji besi atau masih ada keajaiban lain?
Lalu bagaimana dengan uang yang sudah bertebaran tetapi misi tak terselamatkan? Nah, ini dia yang bikin kepala makin panas! Aries pasti sudah menggelontorkan dana super besar buat nyawer KPU dan Bawaslu. Belum lagi “serangan fajar” demi meraup suara. Tapi gimana rasanya kalau udah keluar duit miliaran, tapi hasilnya malah didiskualifikasi? Sakitnya tuh di sini!
Para pemilih yang sudah dapat “THR” dadakan? Udah habis buat beli kuota dan cilok! Tim sukses, mungkin mulai ngilang satu per satu. Kalau pun ketemu, pura-pura nggak kenal!
Investor politik? Mungkin sekarang lagi di pojokan sambil nangis karena duitnya ikut lenyap tanpa hasil. Jadi, apakah ini pertanda “kiamat” dalam hidup Aries? Entahlah. Yang jelas sekarang sedang mencari cara bagaimana agar bisa lolos dari jerat hukum.
Beginilah kalau mau jadi pejabat pakai jalan ninja. Semua penuh dengan tipu-tipu. Karena kalau sudah kena skakmat, duit habis, jabatan hilang, dan nama tinggal jadi bahan jokes se-Indonesia! (***)
Sumber(Hati Pena)
Editorial (Armizi Abusani)








