Bandarlampung,——Newsanalis.con Tampaknya Walikota sudah amnesia dengan janjinya dalam upaya menangani banjir dikota Bandar Lampung, sehingga setiap Hujan datang masih saja menjadi ancaman buat kota Bandar Lampung.
Menurut Ketum Himatra Lampung, TAUPIK Hidayatullah S.pd semua persoalan ini terjadi bukan hanya aliran sungai dan sistem drainase yang tidak terkelola dengan baik. Semua terjadi karena pemkot banyak menyepelekan ruang terbuka hijau, banyak bukit-bukit di jadikan tambang liar dibiarkan, dan juga didirikan bangunan seperti Hotel Holiday INN di Bukit randu, dimana mana Bukit digerus diambil tanah buat galian C ,sehingga resapan air sangat minim,jelas ini menjadi ancaman dimasa mendatang, bagi keselamatan warga kota Bandarlampung.
Mulai dari DLH,Perkim, PUPR,BPBD dan Perijinan dibuat mandul, seperti tidak mampu bekerja untuk mengatasi persoalan banjir dan tanah longsor diBandar Lampung. Ketum Himatra Walikota Bandar Lampung seperti Bungkam tak punya gagasan, dan tidak tegas terhadap pengusaha yang melanggar perarturan. Ada Apa, Apa ada main mata, atau memang Pemkot hanya memikirkan untung saja.
Himatra mengucapkan terima kasih kepada Ketua DPRD Bandar Lampung yang merespon berkenaan dengan Persoalan pengeluaran Ijin Hotel Holliday INN, persoalan indikasi penyebab dampak ekosistem pada saat mendirikan Hotel dan dampak setelah berjalan, dan masalah-masalah lainnya. Ketua DPRD Bandar Lampung akan segera menjadwalkan Hearing bersama beberapa lembaga dan media guna menindaklanjuti berita tentang Holiday INN. Ujar Ketum Himatra bung TAUPIK.

Senada dengan Ketum Himatra, Noperwan Ab, juga menilai wajib Pemkot dan Holliday INN untuk hadir dalam hearing tersebut, jika menolak maka kami usulkan kepada DPRD merekomendasi penyidikan dan penyelidikan oleh APH berkaitan Mal praktik pemkot terhadap pengeluaran ijin Hotel Holiday INN ujar Bung Nover.(TIM redaksi)
Editor ArmijiAbusani








