Melihat lebih dekat Nafas Media lokal dan Nasional dimata Pemda

20 views

Lampung,——-News analis.com Melihat kondisi media lokal kedepan dimata Pemda Lalu, perlahan namun pasti, fase berikutnya media akan dikoordinir agar berpikir dan berperilaku seragam. Tak ubahnya koor, paduan suara. Berlomba membuat berita bagus tentang pemerintah.

Adakah yang salah kalau fenomena demikian sampai terjadi? yang jelas tidak ada yang mau mengakui aibnya. Sebab pencitraan penting. Itu bagian dari panggung depan. Soal dalam hati tidak percaya media lokal, itu adalah panggung belakang. Obrolan di antara circle sendiri.

Yang tidak kalah menarik untuk dicermati, kalau memang benar kepala daerah sempat mengucapkan hal itu, lantas apa tujuannya? apa karena menjalankan prinsip “Dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”. Dengan kata lain, statemen tadi dimaksudkan cuma untuk “nyenengin kuping” tuan rumah belaka?

Kalau benar demikian, sangat mungkin ketika sedang bersama pers lokal, pribahasa yang sama kembali dipakai dengan sedikit modifikasi, tentunya, agar bisa bikin senang yang mendengarnya.

Oalah, (lagi-lagi) kalau ucapan “lebih percaya media nasional” itu benar adanya, mengapa sampai hati menciptakan dikotomi media lokal dan media nasional. Itu tak ubahnya devide et impera. Sesama pers mau dibenturkan. Jelas ini pemikiran sesat.

Gejala yang ada sekarang Mitra yang tidak dibangun saling mendukung dan diendingnya tidak ada jaling daling memberi dan menguntungkan jadi apa yang harus dijajak dalam kemitraan.

Seedbacklink affiliate

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-4028159191961500, DIRECT, f08c47fec0942fa0