Bandarlampung, —— NEWS ANALIS.COM Kegiatan proyek pagar pemakaman kebon jahe dianggap asal-asal dan membahayakan menurut berbagai pendapat warga kebon jahe Enggal kota Bandar Lampung. Salah satu warga kebon jahe, Bapak Mirza menilai bahwa struktur pembangunan pagar mengkhawatirkan keluhnya Jumat (14/11/2025 ).
Ungkap Bapak Mirza ketika ditanya oleh ketum Himatra yang didampingi Pembina Forum peduli Pembangunan Noverwan dilokasi pengerjaan Pagar Pemakaman, Bapak mirza menjelaskan kedalaman untuk Tiang Pagar hanya 30 cm padahal idealnya adalah 60 cm, ya minimal 40 cm lah ujar nya , ini sangat beresiko untuk pagar yang panjangnya mencapai 200 meteran, bisa roboh dan bisa menimpah warga yang berjalan kaki disekitarnya, kan bahaya. kemudian sepertinya tidak ada slup bawah, ditambah tidak terlihatnya penggantian pondasi lama yang mana pondasi lama hanya disulam dan diperbaiki saja ujar sumber dilapangan.

Menurut Noverwan ini proyek Sosial karena Untuk kepentingan masyarakat banyak untuk memakamkan keluarga nya dan mendambahkan tempat pemakaman yang bagus dan tidak dikerjakan asal asalan dan dapat bermanfaat bagi masyarakat dalam waktu yang lama dan tidak cepat Rusak pungkas Nover.
Saya ini dari kecil tinggal disini jadi tahu persis bahwa pagar itu sudah berdiri kurang lebih 40 tahun bapak mirza sambil mengingat. saya juga kaget tiba-tiba proyek pembangunan pagar baru ini sudah berjalan tanpa diketahui masyarakat sekitar, terutama tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh kampung ini,ujar bapak mirza. saya sangat prihatin jika pengerjaan tidak maksimal dan pasti warga kecewa, dan mutunya pasti tidak memuaskan masyarakat dan Tidak bertahan lama ungkap bapak mirza.
Diketahui proyek pagar pemakaman dikebun jahe ini menelan anggaran hingga Rp.787.888.000,- dengan kontraktor pelaksana CV. Prima Mandiri Kontruksi, yang merupakan Proyek PUPR Kota Bandar Lampung tahun anggaran 2025.
Menanggapi keluhan masyarakat, Pembina Forum peduli Pembangunan Noverwan meminta PUPR Kota Bandar Lampung, meninjau dan mengkaji ulang kegiatan pembangunan pagar makam di kebun Jahe tersebut, jangan sampe salah kontruksi sehingga menyebabkan kerugian bagi negara dan masyarakat. Menurut ketum Himatra, Taufik Hidayat beliau sudah menugaskan tim investigasi yang bergabung dengan beberapa lembaga lain seperti Forum Lintas Lembaga dan Lsm Lainnya untuk turun ke lapang dan melakukan Investigasi dan mengecek pengejaan proyek pagar makam tersebut ujarnya.
Kami harus mengawasi penggunaan anggaran publik, apalagi ini terlihat jelas, dan beresiko jika lalai dalam pengerjaannya. saya juga meminta semua pihak mengawasi dan melakukan komplain jika pembangunan Pagar ini asal-asalan. Ujar Taufik Ke awak media Saat dikonfirmasi.( Tim Redaksi ).
Editor ArmijiAbusani








