Buay Nyata Terima Somasi Dari Belunguh Tanjung Khikam

31 views

Terima Somasi, Marga Buay Nyata: Contoh Tidak Paham Adat

Tanggamus ——-News analis.com – Ketua harian Marga Buay Nyata Btn Mat Helmi memaparkan ada somasi dari Marga Buay Belunguh Tanjung hikhan, tidak kami hiraukan karna cara bicara isi somasi tidak mencerminkan tatanan yang mengerti paham adat, Jum’at (28/11/2025).

Kami sampai kan bahwa adat itu tidak bisa di tunggangi oleh oknum kepentingan pribadi keserakahan kelompok dan perlu juga saya terangkan bahwa pimpinan adat kami sedang berada di luar kota, tidak pernah memberikan izin untuk merampas tanah hak Negara.

Kami penggawa jakhu suku yang ada di Marga Buay Nyata ingin bertumpang sari sebelum negara menggunakan tanah tersebut dan perusahaan memperpanjang HGU kami wajib menjaga Tanah Ulayat untuk bertumpang sari husus masarakat buay nyata sesuai dengan patok batas yang kami pasang, semua itu sudah berkoordinasi dengan marga Buay Belunguh yang ada di Pekon Kagungan.

Btn Mat Helmi juga menerangkan, adat Lampung Saibatin sangat Sakral tidak bisa bergelar adok kalau tidak ada garis keturunan.

Maka jangan mencari orang yang berbicara yang tidak ngerti adat, pembicara yang berkualitas biar tidak gagal paham, kalau memakai baju yang tidak sesuai di pakaian kita sangat janggal. Saya berpesan jangan jual adat untuk kepentingan oknum kelompok, mestinya kita takut dengan ketulahan Azabnya kalau ada buay belunguh tanjung hikhan, sedang kan pimpinan adat buay belunguh Yanwar Firman Syah ,S.E., gelar Suttan Junjungan Sakti ke 27, dalam Tambo sejarah tidak ada yang nama nya marga buay belunguh tanjung hikhan, itu tidak pernah mengakui Amiruddin sebagai suttany.

“Yang jadi pertanyaan kita semua siapa mereka itu dari mana gelar mereka tegas Mat Helmi,Di Nobatkan Ya itu Bergelar Adok Batin Pemuka Adat.

Zuherman Di Nobatkan Bergelar Dalom Bangsa Alam, menerangkan batas wilayah adat Marga Buay Nyata berbatasan dengan Buay Belunguh Kagungan karena Buay Belunguh Kagungan lebih dulu berdiri sebelum Indonesia merdeka tidak segampang itu Negak Kan Marga,

sedang buay belunguh tanjung hikhan baru lahir tahun 2023 setelah sibuk mengklaim tanah negara sebagai tanah adat.

Sepengetahuan saya Umbul Buah itu penggawa marga buay belunguh Kagungan tidak semua orang Umbul Buah ikut tanjung hikhan,” tegas Dalom.

Harapan kami dari marga buay nyata pemerintah turut andil di persoalan ini harapan marga buay belunguh kagungan bertindak guna menghentikan penggawa nya yang telah mendirikan buay belunguh tanjung hikhan

perlu dipertanyakan ke absahaan nya karna adat saibatin tidak bisa di beli, sedih leluhur kita kalau adat dipermain kan orang tidak ngerti adat istiadat saibatin.

Mari kita bersama memperjuangkan kebenaran, buay nyata siap mendampingi buay belunguh sebagai kakak tertua kami yang terzolimi, pungkas Juherman Bergelar Dalom Bangsa Alam.

Jurnalis :(Arman)

Editor ArmijiAbusani

Seedbacklink affiliate

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-4028159191961500, DIRECT, f08c47fec0942fa0