Peringatan hari Galungan dan kuningan Hari Rayanya agama umat Hindu dilaksanakan bersama dengan Pujawali ke-80 ,baru-baru ini dan menjadi momentum penting memperkuat spiritualitas serta kebersamaan komunitas Hindu di Lampung.Acara dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M., serta Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Bandar Lampung, I Nyoman Setiawan, S.E., M.M.

Pujawali ke-80 Pura Kahyangan Jagat Kerthi Bhuana Bandar Lampung Perkuat Ikatan Spiritual dan Sosial Umat Hindu
Kehadiran pejabat daerah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mendukung kegiatan keagamaan dan budaya umat Hindu di Lampung.Pura Kahyangan Jagat Kerthi Bhuana dikenal sebagai pura terbesar dan pusat bagi umat Hindu di Lampung.
Oleh sebab itu, Pujawali ke-80 bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan juga wadah memperkokoh ikatan sosial antarumat.Selain rangkaian ritual pujawali, komunitas Hindu menyampaikan rasa syukur atas ucapan selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan dari Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Bandar Lampung.
Photo Dokumentasi Group Cinta Nada Lampung bersama ketuanya Bunda Era Amelya dan anggota .(sabtu 29/11/2025)
photo dokumentasi kebersamaan dan Toleransi antar umat beragama ,Perayaan hari galungan dirumah warga Agama Hindu dalam perayaan hari Galungan dan kuningan diwilayah pure Panjang Bandarlampung.
Harapan yang sama turut mengiringi doa agar kedamaian dan kerahayuan senantiasa menyertai seluruh umat Hindu dalam menjalankan dharma.Ketua PHDI Kota Bandar Lampung menekankan, Pujawali ke-80 menegaskan pentingnya tradisi, spiritualitas, dan kebersamaan sebagai pondasi kuat dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat.
“Perayaan ini juga menjadi refleksi komitmen lintas elemen masyarakat dan pemerintah dalam menjaga harmoni keberagaman di Lampung,” ujar I Nyoman Setiawan.Dengan semangat kebersamaan dan doa bersama, Pujawali ke-80 diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai toleransi dan keberagaman, sekaligus menjaga warisan budaya Hindu tetap lestari di bumi Lampung.(Redaksi)
Editor ArmijiAbusani








