Irham Jafar Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan

33 views

Irham Jafar Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan

Lampung Utara,——-News analis.Com Anggota MPR RI Irham Jafar Lan Putra menggelar tiga titik Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan (UUD ’45, Pancasila, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) di Lampung Utara pada Selasa 09 Desember 2025. Sosialisasi titik pertama dilakukan di Balai Desa Kota Napal Kecamatan Bunga Mayang, titik kedua di Balai Desa Kota Negara Kecamatan Sungkai Utara. Sedangkan titik ketiga di Balai Desa Negara Batin Kecamatan Sungkai Utara. Pesertanya terdiri dari warga dan perangkat desa.

Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Balai Desa Kota Napal, Bunga Mayang, Irham Jafar menjelaskan pentingnya sosialisasi empat Pilar Kebangsaan. Kata Irham, sebagai pilar, UUD ’45, Pancasila, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika harus berdiri tegak menyangga keutuhan negara. “Perlu terus disosialisasikan agar tidak hilang dari pemikiran generasi muda Indonesia,” kata politisi PAN yang sekarang duduk sebagai anggota Komisi IV DPR RI itu.

Irham mengaku risau melihat fenomena banyaknya pelajar yang sudah tidak hafal teks Pancasila. “Itu buah dari dihapusnya mata pelajaran PMP dari kurikulum pendidikan kita. Oleh sebab itu, penyadartahuan mengenai konsep 4 Pilar Kebangsaan perlu terus disosialisasikan di masyarakat, terutama di kalangan anak-anak muda.”

Saat sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Balai Desa Kota Negara, Sungkai Utara, ada pertanyaan menarik dari salah seorang peserta mengenai polemik naturalisasi Timnas Sepakbola. Ada yang berpendapat bahwa naturalisasi itu bagus untuk perkembangan sepakbola di Tanah Air. Tetapi, ada juga yang berpendapat, naturalisasi itu berdampak buruk karena mematikan bibit-bibit pemain lokal. “Bagaimana pendapat Pak Irham mengenai masalah ini dikaitkan dengan nasionalisme kita?” tanya seorang peserta.

Menjawab itu, Irham Jafar mengatakan, naturalisasi pemain Timnas hanya bersifat sementara. Nanti, kalau pemain-pemain lokal dianggap mampu berbicara di kancah internasional, naturalisasi pemain sudah pasti akan distop.

Tetapi, dalam kondisi sekarang, naturalisasi masih perlu dilakukan. Sebab, kualitas pemain kita belum mampu bersaing di level tinggi. Padahal, nama bangsa bisa terangkat lewat prestasi olahraga.

Ketika menjadi narasumber di Balai Desa Negara Batin, Sungkai Utara, Irham Jafar menjelaskan dampak negatif dari dihapusnya mata pelajaran PMP dari kurikulum sekolah. Pemerintah sedang mengkaji untuk kembali mengajarkan mata pelajaran PMP di sekolah-sekolah. “Mata pelajaran PMP ini penting karena menitikberatkan pada ajaran sopan-santun, budi pekerti, dan nilai-nilai moral,” katanya.

Menurut Irham, masyarakat Indonesia wajib bersyukur dengan adanya Pancasila sebagai ideologi bangsa. Sebab, Pancasila terbukti ampuh mempersatukan bangsa Indonesia yang terdiri dari beragam suku, agama, dan golongan. “Dengan Pancasila, sekitar 730 suku di Indonesia dapat hidup rukun dalam bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.” (Red)

Editor ArmijiAbusani

Seedbacklink affiliate

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-4028159191961500, DIRECT, f08c47fec0942fa0