YJI Lampung Perkuat Sinergi Deteksi Dini Penyakit Jantung Bawaan pada Anak

33 views

Bandar Lampung | Newsanalis.xom-Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Provinsi Lampung terus
mendorong penguatan sinergi dengan pemerintah daerah, rumah sakit rujukan, serta
komunitas guna memastikan anak-anak yang terdeteksi penyakit jantung bawaan
(PJB) dapat segera memperoleh tindak lanjut dan akses layanan kesehatan yang
dibutuhkan.

Komitmen tersebut ditegaskan oleh Ketua YJI Provinsi Lampung, Purnama Wulan
Sari Mirza dalam Congenital Heart Disease (CHD) Awareness Week atau Pekan
Kesadaran Penyakit Jantung Bawaan 2026 yang dilaksanakan di Klinik Pahlawan
Medical Center (PMC), Bandar Lampung, Senin (9/2/2026).

Congenital Heart Disease (CHD) Awareness Week atau Pekan Kesadaran Penyakit
Jantung Bawaan 2026 mengdilaksanakan serentak di 27 Kota di Indonesia dan
dalam peringatan ini juga dilakukan pemeriksaan ekokardiografi (USG jantung)
gratis bagi anak-anak usia 0 hingga 18 tahun sebagai upaya deteksi dini penyakit
jantung bawaan, disertai edukasi kesehatan bagi orang tua dan masyarakat awam.

Ketua YJI Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, menegaskan bahwa
penyakit jantung bawaan masih menjadi tantangan serius karena kerap tidak
terdeteksi sejak dini. Kondisi ini dipengaruhi oleh keterbatasan edukasi, baik di
kalangan orang tua maupun masyarakat awam.

“Penyakit jantung bawaan ini merupakan salah satu kelainan bawaan yang sering
kali tidak terdeteksi. Bukan karena tidak ada, tetapi karena orang tua tidak
memahami gejala-gejala yang muncul pada anak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kelainan jantung bawaan sejatinya sudah dapat dideteksi sejak bayi
baru lahir, bahkan sejak usia nol bulan. Namun, keterlambatan deteksi membuat
penanganan juga menjadi terlambat.
“Bagaimana mau ditanggulangi kalau memang tidak terdeteksi. Padahal semakin
cepat terdeteksi, semakin besar peluang anak-anak kita untuk tumbuh normal, sehat,
dan produktif,” lanjutnya.

Melalui kegiatan screening ini, YJI bersama Perhimpunan Dokter Spesialis
Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Cabang Lampung berupaya meningkatkan
kesadaran orang tua akan pentingnya deteksi dini. Pemeriksaan dilakukan
menggunakan ekokardiografi dan disertai edukasi langsung dari dokter spesialis
jantung subspesialis anak.

“Ini adalah bentuk kepedulian kami untuk mendeteksi sejak awal apakah ada gejala
kelainan jantung bawaan pada anak. Pengobatannya bukan proses singkat, tetapi
proses panjang yang membutuhkan komitmen bersama,” tegasnya.

Selain aspek medis, Purnama Wulan Sari Mirza juga menyoroti pentingnya
dukungan psikososial bagi anak penyandang PJB. Menurutnya, peran orang tua,
guru, dan lingkungan sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak.

“Kami juga mendengar ada anak yang tidak mau sekolah karena mengalami
perundungan. Artinya, persoalan ini tidak hanya soal medis, tetapi juga psikologis.
Anak-anak ini harus dibantu agar tetap percaya diri dan mampu tumbuh dengan
baik,” tegasnya.

Diakhir, Purnama Wulan Sari Mirza mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama
bahwa bergerak menyelamatkan masa depan anak Indonesia melalui jantung yang lebih sehat.

“Kegiatan ini kami harapkan tidak hanya menjadi sarana pemeriksaan dan edukasi,
tetapi juga langkah nyata membangun kepedulian bersama. Setiap anak berhak atas
kehidupan yang sehat dan masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua PERKI Cabang Lampung, dr. Terrance Ransun, Sp.JP(K),
menyampaikan bahwa penyakit jantung bawaan masih menjadi masalah kesehatan
anak yang membutuhkan perhatian serius.

“Diperkirakan dari setiap seribu kelahiran hidup, sekitar 9 hingga 10 bayi memiliki
penyakit jantung bawaan. Secara global, ini berarti sekitar 1,3 hingga 1,4 juta bayi
lahir dengan kelainan jantung setiap tahunnya,” jelasnya.

Menurut dr. Terrance, tantangan utama saat ini bukan hanya tingginya angka
kejadian, tetapi juga keterbatasan deteksi dini dan akses layanan kesehatan yang
belum merata, termasuk di Provinsi Lampung. Kondisi tersebut berpotensi
menyebabkan komplikasi serius hingga meningkatkan angka kematian pada anak
dengan PJB berat.

Ia menjelaskan, dalam kegiatan screening ini tercatat sekitar 70 peserta di Klinik
PMC dengan rentang usia 3 bulan hingga 17 tahun. Sementara di RSUD Abdul
Moeloek ditargetkan sekitar 50 pasien untuk menjalani pemeriksaan serupa.

“Program ini bertujuan mengidentifikasi dini kelainan jantung pada bayi dan anak,
meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan lokal dalam deteksi awal, serta
membangun sistem rujukan yang efisien untuk perawatan lanjutan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dr. Terrance juga menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan
komitmen antara PERKI Lampung, YJI dan mitra kesehatan lainnya untuk
meningkatkan kewaspadaan dan pengetahuan masyarakat, khususnya orang tua,
mengenai cara mendeteksi penyakit jantung bawaan sejak dini.

“Melalui kegiatan ini, PERKI Lampung bersama YJI dan mitra kesehatan lainnya
berkomitmen meningkatkan kewaspadaan dan pengetahuan masyarakat, khususnya
orang tua, tentang cara mendeteksi dini penyakit jantung bawaan.

Semoga kegiatan
ini memberikan manfaat yang besar dan menjadi momentum peningkatan
pelayanan kesehatan jantung bawaan di Provinsi Lampung,” pungkasnya.

Sebagai bentuk empati dan dukungan nyata, YJI Provinsi Lampung juga
menyerahkan bantuan pendampingan kepada pasien penyandang penyakit jantung
bawaan. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban orang tua dan
menegaskan bahwa mereka tidak menghadapi perjuangan ini sendirian.

Kegiatan ini juga diisi dengan penyuluhan kesehatan terkait penyakit jantung
bawaan yang disampaikan oleh dr. Dwi Krisnawati, Sp.JP., FIHA, Spesialis
Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Seedbacklink affiliate

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-4028159191961500, DIRECT, f08c47fec0942fa0