Sinergi Lintas Sektor, Pemprov Lampung Jaga Pasokan dan Harga Bahan Pangan Jelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 H

24 views

Bandar Lampung | Newsanalis.com- Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal
menginstruksikan seluruh jajarannya untuk memperketat pengawasan distribusi
bahan pokok menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Ia
menekankan agar inflasi dapat terkendali sehingga daya beli masyarakat tetap
terjaga di tengah lonjakan konsumsi tahunan.

Hal tersebut disampaikan Gubernur saat memimpin High Level Meeting (HLM)
Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia
Provinsi Lampung, Selasa (10/2/2026). Rapat ini dihadiri jajaran Forkopimda,
bupati/wali kota, serta pimpinan instansi vertikal terkait.
Gubernur Mirza menyoroti pola berulang setiap tahun, di mana semangat ibadah
masyarakat di bulan Ramadan selalu dibarengi dengan peningkatan konsumsi.

Kenaikan permintaan ini kerap memicu lonjakan harga jika tidak diantisipasi
dengan pasokan yang tepat.
“Kelihatannya cuma naik Rp 5.000 atau Rp 10.000. Tapi kalau cabai naik Rp 10.000
dikali 9,5 juta penduduk yang makan, itu nilainya puluhan hingga ratusan miliar
rupiah yang diambil dari kantong masyarakat,” ujar Gubernur.

Gubernur mencontohkan komoditas daging ayam yang konsumsinya mencapai 3-4
juta ekor per bulan di Lampung. Jika harga naik sedikit saja, akumulasi biaya yang
harus dikeluarkan masyarakat menjadi sangat besar dan mengurangi alokasi untuk
kebutuhan lain seperti pendidikan.
Sebagai daerah penghasil pangan, Gubernur menegaskan bahwa stabilitas harga di
Lampung harus diprioritaskan menggunakan pasokan lokal. Ia meminta dinas
terkait memastikan produksi beras, cabai, bawang, daging, dan telur aman hingga
pasca-Lebaran.

“Prioritasnya adalah komoditas yang ada di Lampung. Strategi kita adalah menjaga
pasokan stabil dengan memprioritaskan pasokan dari dalam daerah, baru kita bawa
dari luar jika kurang,” tegasnya.

Gubernur juga mengingatkan agar TPID tidak hanya bekerja reaktif seperti
pemadam kebakaran. Menurutnya, intervensi pasar yang dilakukan terus-menerus
tanpa memperbaiki tata niaga dan distribusi hanya akan membuat pemerintah kelelahan.

Menanggapi arahan tersebut, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus)
Polda Lampung, Kombes Pol Heri Rusyaman, menyatakan telah membentuk Satgas
Saber Pangan. Satgas ini fokus pada penindakan pelanggaran harga, keamanan
pangan, dan jaminan mutu.

“Kami menyebutnya Saber atau Sapu Bersih. Tidak ada pengecualian lagi. Kami
akan tindak tegas penimbunan, spekulasi, dan kartel yang memainkan harga,” kata
Kombes Pol Heri.

Kombes Pol Heri menambahkan, Polda Lampung akan segera melakukan inspeksi
mendadak (sidak) ke sejumlah produsen dan distributor besar mulai Selasa siang.
Ia memberi toleransi kewajaran kenaikan harga maksimal 5 persen dari Harga
Eceran Tertinggi (HET).

Dari sisi analisis ekonomi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung,
Bimo Epyanto, mengungkapkan bahwa secara tahunan (year on year) inflasi
Lampung relatif terkendali. Namun, ia memberi catatan khusus pada inflasi bahan
pangan bergejolak (volatile food) seperti cabai dan bawang.

“Ada fenomena surplus produksi secara tahunan, tetapi terjadi defisit di bulan-bulan
tertentu. Ini tantangan distribusi dan waktu tanam yang harus diselesaikan,” jelas Bimo.

Pada kesempatan tersebut, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan
Sekretariat Daerah Provinsi Lampung, Mulyadi Irsan, memaparkan data konkret
neraca pangan daerah. Menurutnya, stok beras, jagung, daging ayam, dan telur
berada dalam kondisi sangat aman dan surplus.

“Yang menjadi perhatian adalah bawang merah dengan ketahanan stok 18 hari dan
bawang putih 16 hari. Cabai rawit juga perlu diwaspadai karena tren harganya mulai
naik signifikan jelang Ramadan,” ungkap Mulyadi.

Untuk menjaga ketersediaan stok, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil
Lampung, Rindo Safutra, memastikan cadangan beras pemerintah (CBP) di gudang
Bulog sangat mencukupi, yakni mencapai 170.825 ton.

“Stok ini sangat cukup, bahkan bisa sampai akhir tahun. Kami juga siap
menggelontorkan beras SPHP dan melakukan operasi pasar secara masif untuk
menstabilkan harga,” ujar Rindo.
Di sektor transportasi, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang
Sumbogo, memprediksi lonjakan pemudik tahun ini akan sangat signifikan.

Pihaknya telah menyiapkan skenario padat hingga sangat padat di Pelabuhan
Bakauheni.

“Kapasitas penyeberangan kita meningkat dengan adanya dermaga eksekutif 2 dan
kapal-kapal baru. Selain itu, Bandara Radin Inten II juga sudah kembali berstatus
internasional dengan penerbangan langsung ke Kuala Lumpur,” kata Bambang.

Bambang juga menyampaikan kabar baik mengenai kehadiran taksi listrik dan
penyediaan 300 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Lampung
untuk mendukung mobilitas ramah lingkungan saat Lebaran.

Sementara itu, dari sisi energi, Sales Branch Manager Lampung II PT. Pertamina
Patra Niaga, Reiner Bontong, menjamin stok BBM dan LPG aman. Pertamina
memproyeksikan kenaikan konsumsi BBM jenis Gasoline sebesar 36 persen selama
masa mudik.

“Kami menyiagakan 96 SPBU yang beroperasi 24 jam dan layanan motoris untuk
menembus kemacetan di jalur tol maupun arteri. Stok LPG 3 kg juga akan kami
tambah fakultatifnya sebesar 11 persen,” jelas Reiner.

Menutup rapat tersebut, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal meminta seluruh
instansi membuang ego sektoral. Ia berharap kolaborasi ini membuahkan hasil
nyata di lapangan, bukan sekadar angka di atas kertas.
“Tujuan kita satu, memastikan masyarakat Lampung bisa beribadah dengan tenang,
harga terkendali, pasokan terjamin, dan kantong pun aman,” pungkas Gubernur.

(Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Seedbacklink affiliate

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-4028159191961500, DIRECT, f08c47fec0942fa0