Sensus Ekonomi di mulai dari Bandara bersama Pelaku usaha.

31 views

Bandar udara tak lagi sekadar tempat orang datang dan pergi. Di tengah lalu lalang penumpang dan suara pengumuman penerbangan di Bandar Udara Internasional Radin Inten II, puluhan pelaku usaha berkumpul di Aula Siger, Rabu pagi (13 Mei 2026).

Mereka bukan hendak membuka gerai baru ataupun mengikuti rapat bisnis, melainkan mengisi kuesioner Sensus Ekonomi 2026 bersama-sama. Sebanyak 64 tenant dan mitra usaha bandara hadir dalam kegiatan “Ngisi Bareng” yang difasilitasi oleh pengelola bandara bersama Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandar Udara Internasional Radin Inten II Lampung, Kiki Eprina Arieanti, menyebut kegiatan itu sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional yang digelar setiap satu dekade sekali. “Kalau bisa jangan sampai petugas harus mendatangi satu per satu tenant,” ujarnya di hadapan peserta. Bandara, kata dia, ingin menjadi fasilitator agar proses pendataan berjalan lebih mudah dan efisien. Di sela sambutannya, Kiki juga menggambarkan bagaimana wajah bisnis bandar udara perlahan berubah. Pendapatan non-aeronautika—seperti sewa tenant dan aktivitas komersial—mulai menjadi penopang penting industri bandara, meski saat ini kontribusinya masih belum dominan.

Bagi Badan Pusat Statistik, data dari kawasan bandara menyimpan cerita tersendiri tentang denyut ekonomi Lampung. Kepala Bagian Umum BPS Provinsi Lampung, Ajid Hajiji, mengatakan sensus ekonomi bukan sekadar pendataan administratif, melainkan upaya “memotret wajah ekonomi Indonesia”. Dari data itu, pemerintah dapat membaca pergerakan usaha, pola konsumsi, hingga potensi pertumbuhan sektor jasa dan perdagangan di masa depan. “Tanpa partisipasi pelaku usaha, potret ekonomi Lampung tidak akan lengkap,” katanya.

Suasana formal perlahan mencair ketika sesi pengisian dimulai. Para pelaku usaha membuka telepon genggam masing-masing, memindai barcode, lalu mulai mengisi formulir digital yang dipandu langsung tim BPS. Di beberapa sudut ruangan, petugas membantu peserta yang masih kebingungan mengakses tautan atau memverifikasi Nomor Induk Berusaha (NIB). Ketua Pelaksana SE2026 BPS Provinsi Lampung, M. Ilham Salam, bersama tim memastikan proses berjalan lancar. Sesekali terdengar canda ringan di tengah keseriusan mengisi data usaha.
Di ruang yang biasanya dipakai untuk pertemuan resmi itu, statistik terasa lebih dekat dengan keseharian. Angka-angka yang selama ini hadir dalam laporan dan grafik rupanya bermula dari isian sederhana para pelaku usaha: omzet, jumlah pekerja, hingga jenis layanan yang mereka jalankan. Dari aula di bandara itu, negara sedang menyusun potret ekonomi untuk sepuluh tahun mendatang.

Seedbacklink affiliate

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-4028159191961500, DIRECT, f08c47fec0942fa0