Unila Gelar Pelatihan Kebakaran dan APAR bagi Staf

21 views

Bandar Lampung | Newsanalis.com-​(Unila): Universitas Lampung (Unila) menggelar kegiatan Pelatihan Simulasi Kebakaran dan Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Pelatihan berlangsung di Ruang Sidang Utama lantai dua, Gedung Rektorat, serta Lapangan Belakang Gedung Rektorat Unila, Selasa, 9 Juni 2026.

​Kegiatan yang dilakukan sebagai bagian dari upaya preventif dan tanggap darurat di lingkungan kampus ini dihadiri Kepala Biro Keuangan, Kepegawaian, dan Umum (BKKU) Indrayati Putri Idrus, S.H., M.H., Kepala Bagian Umum BKKU Edwin Herwani, S.Kom., M.Si., serta Pj. Tim Kerja Rumah Tangga Nuri Hati Br. Ginting, S.E.

Turut hadir pula para kepala subbagian, perwakilan kepala bagian dari berbagai fakultas (FKIP, FMIPA, FISIP, FH, FT, FP, FEB, FK, dan Pascasarjana), komandan beserta personel satuan pengamanan (Satpam), teknisi, serta petugas kebersihan di lingkungan Unila.

​Pelatihan dibuka secara resmi Kepala BKKU Unila Indrayati dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan sosialisasi penanganan bencana ini merupakan agenda rutin tahunan yang bersifat wajib bagi lingkungan Unila guna membekali sivitas akademika dengan pengetahuan praktis yang krusial.

​”Tentu musibah atau kejadian seperti kebakaran ini adalah hal yang sama sekali tidak kita inginkan bersama. Namun, apabila situasi darurat tersebut benar-benar terjadi, kita jangan sampai gagap dan tidak tahu bagaimana cara mengendalikannya. Di sinilah pentingnya penguasaan manajemen risiko,” ujar Indrayati.

​Lebih lanjut, Indrayati meminta seluruh tim yang didelegasikan untuk mengikuti sesi teori dan praktik dengan penuh keseriusan. Ia menginstruksikan agar setiap unit kerja dan fakultas segera membentuk tim khusus penanganan kebakaran dan kedaruratan.

Menurutnya, sebagai sebuah lembaga besar, Unila harus selalu siap memitigasi berbagai potensi insiden yang tidak terduga di lingkungan kantor, mulai dari kebakaran, kerusakan struktural seperti kaca pecah, hingga penanganan darurat terhadap masuknya hewan liar seperti ular di area fasilitas umum kampus.

​Untuk memberikan pemahaman yang mendalam dalam pelatihan ini, Unila menghadirkan dua narasumber ahli dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung, yaitu Haidir Subing, S.E., M.M. (Kasi Dalops Penyelamatan) dan Redi Effendi, S.Sos. (Danru Rescue).

​Sesi pemaparan teori dipandu langsung Edwin Herwani selaku Kepala Bagian Umum BKKU yang bertindak sebagai moderator. Pada sesi pertama, Haidir Subing menjelaskan teori-teori dasar mengenai anatomi api, faktor pemicu kebakaran, hingga langkah-langkah awal penanganan situasi darurat di dalam gedung.

Rangkaian materi kemudian dilanjutkan oleh Redi Effendi yang mengulas secara mendalam teknik evakuasi mandiri, pemetaan jalur penyelamatan, serta koordinasi tim Rescue saat terjadi insiden berskala besar.

​Tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung juga dalam kesempatan tersebut membagikan nomor saluran siaga (Hotline/WhatsApp) resmi yang dapat dihubungi sivitas akademika Unila maupun masyarakat luas di nomor 0811-729-444. Pihak Damkar menegaskan, nomor pusat panggilan ini mengintegrasikan seluruh layanan darurat terpadu.

​Melalui sistem informasi dan komunikasi (Infokom) internal Damkar, laporan yang masuk akan langsung didisposisikan ke tim terkait yang bersiaga penuh. Jika terjadi insiden kebakaran, laporan akan diteruskan kepada petugas piket darurat yang bersiaga 1×24 jam.

Sementara itu, untuk laporan non-kebakaran seperti gangguan hewan liar (animal rescue), evakuasi banjir, hingga penanganan ruko atau fasilitas yang terkunci, penanganan di lapangan akan dikomandoi langsung oleh Redi Effendi beserta tim Rescue.

​Selain penyampaian teori, esensi dari pelatihan ini terletak pada sesi praktik langsung yang digelar di Lapangan Belakang Gedung Rektorat Unila.

Dipandu tim pemadam kebakaran, para peserta yang terdiri dari petugas satpam, teknisi, dan petugas kebersihan dilatih secara bergiliran menggunakan APAR secara tepat dan aman untuk memadamkan kobaran api. Peserta juga dibekali teknik pemadaman tradisional menggunakan kain atau karung goni basah.

​Melalui agenda simulasi ini, Unila berkomitmen kuat untuk memperkuat sistem tata kelola keselamatan dan kesehatan kerja (K-3) yang lebih responsif dan terukur.

Implementasi pelatihan tanggap darurat yang berkelanjutan ini diharapkan mampu membangun kesiapsiagaan personel, memperkecil risiko kerugian materiil, serta menciptakan atmosfer lingkungan kampus yang aman, protektif, dan akuntabel.

Humas Unila
Editor : Maruzi

Seedbacklink affiliate

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-4028159191961500, DIRECT, f08c47fec0942fa0