Kisah Sikembar yang diKunjungi Mukhlis Basrii ( MB ) Anggota DPR RI ,Terharu Atas Diterimanya di UI.

30 views

Bekasi, —— NEWS ANALIS Lampung .COM — Malam di Karang Bahagia, Cikarang, itu terasa berbeda. Anggota DPR RI Dapil 1 Mukhlis Basri (MB) bertandang sekaligus mengajak makan bersama keluarga si kembar identik, Shafira dan Shabila, yang prestasi akademiknya diundang masuk Universitas Indonesia (UI).

Shabila Eka Satria masuk Fakultas Hukum UI sedangkan saudara kembarnya, Shafira Dwi Satria, masuk Fakultas Kedokteran UI. Mereka putri pasangan Tambat Satria asal Balai Kencana dan Apriyanti dari Sukajadi, Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar).

Dari rumah kontrakan sederhana, MB terharu mendengar kisah perjuangan keluarga kecil ini di kawasan Karang Bahagia, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Selasa (14/7/2026). Kisah panjang tentang kerja keras, doa yang tak pernah putus, dan mimpi yang menolak menyerah di perantauan.

MB pernah dua periode jadi bupati Kabupaten Lampung Barat sebelum dimekarkan jadi Pesibar yang kini jadi anggota Komisi V DPR RI dari Dapil 1 Lampung. Dia datang bersama Bang Oking, tokoh masyarakat Krui, yang menetap di Cikarang, serta Kang Kusnadi, Kanit Reskrim Polsek Cikarang Barat yang masih memiliki ikatan kekerabatan dengan Sekala Brak, Lampung Barat.

Namun malam itu, jabatan dan gelar seakan meleleh dalam suasana kekeluargaan. Yang tersisa hanyalah perjumpaan sesama orang Lampung di tanah rantau, dipersatukan oleh kebanggaan yang sama. Di hadapan mereka, ada Shafira dan Shabila.

Demi menyekolahkan anak-anaknya, orangtua mereka meninggalkan kampung halaman dan merantau ke Bekasi. Setiap hari, sang ayah berkeliling dari kampung ke kampung menjajakan pakaian, menawarkan dagangannya secara tunai maupun kredit.

Tambat Satria menyusuri jalan demi jalan dengan harapan sederhana agar anak-anaknya bisa mengenyam pendidikan setinggi mungkin. Barangkali tidak banyak yang tahu berapa kali panas matahari menemani langkahnya.

Barangkali tidak ada yang menghitung berapa kali ia pulang dengan tubuh lelah tetapi tetap menyimpan senyum demi keluarga. Namun setiap tetes keringat itu ternyata sedang menuliskan jalan menuju Universitas Indonesia.

Di rumah, ada sang ibu yang menjaga nyala harapan itu tetap hidup. Ia mendampingi kedua putrinya belajar, menguatkan mereka saat lelah, dan menjadi tempat pulang bagi segala kecemasan yang hadir menjelang ujian dan seleksi.

Jika ayah bekerja menghidupi mimpi, maka ibu menjaga agar mimpi itu tidak pernah padam. Meski keluarga kecil itu tinggal di sebuah rumah kontrakan sederhana yang tak luas, tetapi cukup besar untuk menampung cita-cita.

Menurut MB, kisah Shafira dan Shabila membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah tembok yang dapat menghalangi anak-anak daerah untuk berdiri sejajar dengan siapa pun. “Perjuangan keluarga ini sangat luar biasa. Saya datang untuk memberikan semangat agar Shafira dan Shabila tetap fokus belajar, menjaga prestasi, dan kelak kembali mengabdi untuk masyarakat serta membanggakan Lampung,” ujar Mukhlis.

Politikus PDI Perjuangan itu berharap kisah dua putri Pesisir Barat tersebut menjadi cahaya bagi pelajar lain di Lampung. Sebab pada akhirnya, jarak dari Krui menuju Depok bukanlah persoalan kilometer semata, melainkan perjalanan panjang yang ditempuh oleh ketekunan, disiplin, doa, dan pengorbanan orang tua.

“Anak-anak Lampung memiliki kemampuan yang sama dengan daerah lain. Yang dibutuhkan adalah semangat, kerja keras, disiplin, dan dukungan keluarga. Saya berharap semakin banyak generasi muda dari Pesisir Barat maupun Lampung yang mampu menembus perguruan tinggi terbaik di Indonesia,” katanya.

Mukhlis juga memberikan penghormatan kepada Tambat Satria dan Apriyati yang telah menjadikan pendidikan sebagai prioritas, meski hidup berjalan dalam keterbatasan. Sebab sesungguhnya, pendidikan sering kali tidak dibangun oleh kemewahan, melainkan oleh pengorbanan yang diam-diam.

Usai berbincang, Mukhlis Basri bersama Bang Oking dan Kang Kusnadi mengajak keluarga tersebut makan malam di sebuah rumah makan yang tak jauh dari tempat tinggal mereka.

Suasana hangat itu menjadi bekal kecil menjelang langkah besar yang akan segera dimulai oleh Shafira dan Shabila sebagai mahasiswa baru Universitas Indonesia. Dan ketika kerja keras bertemu dengan ketulusan serta harapan yang dijaga bertahun-tahun, maka langit pun seolah memberi jalan. (Rls/Redaksi)

Seedbacklink affiliate

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-4028159191961500, DIRECT, f08c47fec0942fa0