Tugu Coklat Pesawaran Disorot: Setiap Jam Sibuk Macet Parah, Warga Desak Lampu Merah Jadi Solusi.

67 views

Pesawaran | Newsanalis.com— Bukan lagi soal berapa lama kendaraan harus menunggu, tetapi sampai kapan warga harus berhadapan dengan kemacetan yang terus berulang setiap jam sibuk? .

‎‎Persoalan arus lalu lintas di kawasan Tugu Coklat, Kabupaten Pesawaran, kembali menjadi perhatian masyarakat.
Informasi yang beredar di tengah masyarakat menyebutkan, kawasan tersebut kerap mengalami kepadatan kendaraan pada jam-jam sibuk.

Kondisi itu dinilai mengganggu kelancaran mobilitas warga, terutama pengguna jalan yang melintas pada waktu berangkat dan pulang kerja maupun aktivitas sekolah.

Kawasan Tugu Coklat merupakan salah satu titik yang memiliki aktivitas lalu lintas cukup tinggi. Ketika volume kendaraan meningkat, antrean berpotensi terjadi apabila pengaturan arus lalu lintas tidak mampu mengimbangi kepadatan.

‎Warga pun mempertanyakan, apakah sudah saatnya kawasan Tugu Coklat mendapat rekayasa lalu lintas yang lebih serius, termasuk kemungkinan pemasangan lampu lalu lintas?.
Bukan Sekadar Macet, Keselamatan Pengguna Jalan Harus Jadi Prioritas

‎Kemacetan tidak hanya berdampak pada waktu tempuh masyarakat.
Jika berlangsung berulang dan tidak ditangani dengan pengaturan yang tepat, kepadatan kendaraan juga dapat meningkatkan risiko konflik antar-arus kendaraan dan membahayakan pengguna jalan.
Karena itu, penanganan persoalan lalu lintas idealnya tidak hanya dilakukan ketika kemacetan sudah terjadi.

‎‎Pemerintah daerah bersama instansi terkait perlu melakukan pemetaan kondisi lapangan, menghitung volume kendaraan pada jam sibuk, serta mengevaluasi pola pergerakan kendaraan di kawasan tersebut.Salah satu opsi yang dapat dikaji adalah pemasangan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) atau lampu merah apabila berdasarkan kajian teknis memang diperlukan.

Namun, pemasangan lampu lalu lintas tentu tidak boleh dilakukan hanya berdasarkan desakan atau asumsi. Diperlukan kajian menyeluruh agar keberadaan APILL benar-benar mampu mengurai kepadatan, bukan justru menimbulkan antrean baru.

‎Warga Berhak Mendapat Solusi yang Terukur‎Masyarakat pada dasarnya tidak hanya membutuhkan janji penanganan kemacetan. Mereka membutuhkan solusi yang terlihat, terukur, dan berdasarkan kondisi nyata di lapangan.

‎Jika Tugu Coklat memang menjadi titik rawan kepadatan pada jam tertentu, maka persoalan tersebut layak mendapatkan perhatian serius dari pihak terkait.

Pengaturan petugas di jam sibuk, pemasangan rambu tambahan, marka jalan, rekayasa arus kendaraan, hingga kajian pemasangan lampu lalu lintas dapat menjadi sejumlah alternatif yang perlu dipertimbangkan sesuai hasil evaluasi teknis.

Kemacetan mungkin terlihat seperti persoalan biasa bagi sebagian orang. Tetapi bagi warga yang mengalaminya setiap hari, beberapa menit yang terbuang bisa menjadi persoalan besar.

‎Kini masyarakat menunggu langkah konkret pemerintah dan instansi terkait untuk memastikan apakah persoalan lalu lintas di Tugu Coklat Pesawaran membutuhkan penanganan khusus.

‎Kabar dari Awak media membuka ruang bagi instansi terkait khusus dinas Perhubungan dan pemerintah daerah dan masyarakat untuk memberikan klarifikasi, data lapangan, maupun informasi terbaru mengenai kondisi lalu lintas di kawasan tersebut agar pemberitaan dapat disajikan secara berimbang dan berdasarkan fakta.(**)

Editor ,Armiji Abusani.

Seedbacklink affiliate

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-4028159191961500, DIRECT, f08c47fec0942fa0