Besok Sekolah di Lampung Tetap Daring , Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Ada Potensi Hujan Abu

43 views

Bandarlampung | Newsanalis.com- Untuk menjaga siswa dari hal –hal yang tidak inginkan dari dampak abu vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau, besok pembelajaran daring tetap diterapkan di Lampung.

Dimana, Pemerintah Provinsi Lampung kembali memperpanjang kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) menyusul perkembangan terbaru aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengatakan, kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka yang sebelumnya direncanakan kembali digelar, dibatalkan. Seluruh sekolah diminta kembali menerapkan pembelajaran daring pada Rabu dan Kamis, 9-10 September 2026.

Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Lampung Nomor 100.3.4/14/V.01/2026 tentang Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Akibat Dampak Abu Vulkanik yang ditujukan kepada kepala daerah di 15 kabupaten/kota se-Lampung.

“Karena ada perkembangan terbaru serta mempertimbangkan arah angin yang menuju Provinsi Lampung dan adanya potensi paparan abu vulkanik kembali, maka kami memutuskan untuk menyesuaikan kembali kebijakan tersebut,” kata Jihan dalam konferensi pers di Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Lampung, Selasa (8/9/2026) malam.

Tampak hadir dalam kesempatan ini, Sekdaprov Lampung, Dr.H. Marindo Kurniawan, serta Kadisdikbud Lampung, Thomas Americo.

Kebijakan tersebut diambil setelah aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan peningkatan pada Selasa sore.

Sebelumnya, sejak pagi tercatat empat kali erupsi, masing-masing pada pukul 05.35 WIB selama 15 detik, pukul 05.44 WIB selama 10 detik, pukul 07.49 WIB selama 19 detik, dan pukul 11.34 WIB selama 17 detik.

Namun, erupsi kembali terjadi pada pukul 17.51 WIB dengan durasi lebih panjang, yakni mencapai 31 detik.

Aktivitas tersebut juga terekam kamera, sedangkan seismograf menunjukkan kenaikan amplitudo sekitar 50.

Selain durasi erupsi yang lebih panjang, arah angin juga menjadi perhatian pemerintah. Angin bergerak menuju barat laut dan utara yang mengarah ke wilayah Provinsi Lampung dengan kecepatan rendah hingga sedang.

Kondisi angin yang dapat berubah sewaktu-waktu membuat potensi sebaran abu vulkanik ke wilayah Lampung masih perlu diwaspadai.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Thomas Amirico mengatakan, keputusan memperpanjang PJJ diambil dengan mempertimbangkan keselamatan peserta didik.

Menurutnya, meski empat erupsi sebelumnya relatif singkat, kondisi berubah ketika erupsi terjadi pada sore hari dengan durasi lebih panjang dan arah angin menuju Lampung.

“Ada pertimbangan bahwa erupsinya memang relatif rendah, kurang dari 20 detik, tapi tadi sore ternyata durasinya agak panjang dan arah anginnya menuju Lampung. Maka kemudian demi keselamatan anak-anak kita karena memang ada potensi akan ada abu lagi, kami putuskan tadi berdasarkan arahan pimpinan untuk memperpanjang daring atau PJJ-nya selama dua hari, dari hari Rabu sampai hari Kamis,” ujar Thomas.

Thomas berharap kondisi udara membaik sehingga pembelajaran tatap muka dapat kembali dilaksanakan pada Jumat, 11 September 2026.

Selama pelaksanaan PJJ, seluruh satuan pendidikan juga diminta melakukan pembersihan lingkungan sekolah untuk memastikan ruang kelas aman digunakan ketika KBM tatap muka kembali dimulai.

“Selama proses dua hari ini kami juga tekankan kepada seluruh satuan pendidikan untuk terus berkoordinasi dalam rangka membersihkan dengan petugas kebersihan atau BPBD supaya nanti dipastikan pada saat proses pembelajaran anak itu betul-betul steril ruang kelas dan lingkungan sekolahnya,” jelasnya.

Kebijakan PJJ tersebut berlaku untuk seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA dan SMK di Provinsi Lampung.

Thomas menegaskan, kebijakan pendidikan akan terus disesuaikan dengan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan kondisi sebaran abu vulkanik.

“Kita akan selalu menyesuaikan dengan kondisi. Perkembangan tentu kita akan selalu monitor. Kemudian dengan otoritas yang berwenang, kita selalu kontak supaya jam per jam kita tahu informasi, sehingga kita tentu akan menyesuaikan dengan apa yang terjadi terkait dengan perkembangan erupsi Anak Gunung Krakatau,” katanya.

Ia menambahkan, apabila aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali meningkat, pemerintah akan menyiapkan kebijakan lanjutan. Sebaliknya, jika kondisi membaik, pembelajaran tatap muka dapat kembali dilaksanakan.

“Artinya, kalau dia meningkat, tentu ada kebijakan lanjutan. Kalau dia tidak meningkat, tentu ya kita akan tatap muka proses belajar,” tandasnya.(**)

Seedbacklink affiliate

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-4028159191961500, DIRECT, f08c47fec0942fa0