Bandar Lampung | Newsanalis.com-(Unila): Universitas Lampung (Unila) kembali melaksanakan perkuliahan tatap muka pascaerupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda.
Sebagai bentuk kepedulian dan mitigasi terhadap potensi paparan abu vulkanik, Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., bersama jajaran pimpinan, membagikan masker kepada sivitas akademika dan masyarakat sekitar kampus.
“Unila kembali beraktivitas seperti biasa, namun kami tetap mengedepankan langkah pencegahan. Pembagian masker dilakukan untuk mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan masyarakat, agar risiko paparan abu vulkanik dapat diminimalisasi,” ujar Rektor Lusmeilia.
Meskipun secara kasat mata intensitas abu vulkanik telah mereda, Unila menyiapkan lima dus masker untuk dibagikan selama dua hari. Distribusi dilakukan di berbagai titik kampus, termasuk shuttle bus dan fakultas, sembari jajaran pimpinan melakukan monitoring kondisi lingkungan pascaerupsi.
“Selain di shuttle, kami juga turun langsung ke fakultas untuk memastikan suasana kampus tetap kondusif. Harapannya, proses pembelajaran dapat berjalan normal dan nyaman,” tambahnya.
Rektor pada kesempatan tersebut juga mengimbau mahasiswa agar segera memeriksakan diri ke Klinik Unila apabila mengalami gejala batuk atau gangguan kesehatan lain yang berpotensi terkait paparan abu vulkanik.
Langkah ini menegaskan komitmen Unila sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya fokus pada keberlangsungan akademik, tetapi juga pada keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan seluruh keluarga besar kampus serta masyarakat sekitar.(*)
Humas Unila








