Enam Bacarek Unila Tuntaskan Rangkaian Tes Kesehatan Jiwa dan Rohani di RS Alamsjah Ratu Perwiranegara

18 views

Bandar Lampung | Newsnaalis.com-(Unila): Rangkaian tahapan Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Lampung (Unila) periode 2027–2031 kembali mencatatkan perkembangan penting.

Usai menuntaskan uji kesehatan fisik, enam Bakal Calon Rektor (Bacarek) Unila resmi menyelesaikan tahapan pemeriksaan kesehatan jiwa dan rohani di Rumah Sakit Alamsjah Ratu Perwiranegara (RS ARP), yang berlangsung selama dua hari pada Rabu dan Kamis, 9–10 September 2026.

​Adapun enam Bacarek yang mengikuti rangkaian uji kesehatan jiwa dan rohani antara lain, ​Prof. Warsito, S.Si., D.E.A., Ph.D.; ​Dr. Budiyono, S.H., M.H.; ​Prof. Dr. dr. Asep Sukohar, S.Ked., M.Kes.; ​Prof. Rudy, S.H., LL.M., LL.D.; ​Prof. Dr. Anna Gustina Zainal, S.Sos., M.Si.; dan ​Prof. Dr. Hamzah, S.H., M.H.

​Direktur RS Alamsjah Ratu Perwiranegara, drg. Helen Veranica, M.Kes., menjelaskan alur teknis pemeriksaan kejiwaan dan rohani yang dijalani para kandidat.

Tahapan diawali dengan tes tertulis, di mana setiap bakal calon diwajibkan menyelesaikan 567 butir soal dengan panduan langsung dari psikolog klinis. Setelah merampungkan tes tertulis, rangkaian pemeriksaan dilanjutkan dengan sesi wawancara klinis mendalam bersama psikiater (dokter spesialis kedokteran jiwa).

​Pemeriksaan kesehatan rohani dan kejiwaan ini merupakan salah satu syarat wajib administratif serta parameter kelayakan utama guna memastikan kesiapan mental, kestabilan psikologis, ketahanan menghadapi stres, serta integritas moral calon pemimpin institusi pendidikan tinggi.

​Lebih lanjut, drg. Helen Veranica menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada pihak rumah sakit dalam mengawal proses seleksi calon pimpinan universitas tersebut.

Ia berharap, siapapun yang nantinya terpilih menjadi Rektor Unila, hubungan kerja sama strategis dan sinergi positif antara RS Alamsjah Ratu Perwiranegara dengan Unila dapat terus terjalin dan diperkuat di masa mendatang.

​Seluruh hasil asesmen kejiwaan dan rohani nantinya diserahkan secara resmi dan tertutup oleh pihak rumah sakit kepada Panitia Pemilihan Rektor Unila.

Dokumen hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi bahan verifikasi faktual dalam rapat pleno penetapan calon Rektor, sejalan dengan komitmen panitia untuk terus mengedepankan transparansi, objektivitas, dan integritas. (*)

Humas Unila

Seedbacklink affiliate
Editor: Maruzi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-4028159191961500, DIRECT, f08c47fec0942fa0