Dari Pengamat ke Istana, Rocky Gerung Jadi Wantimpres
Rocky Gerung resmi dilantik sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). (YouTube Sekretariat Presiden)
Jakarta—–NEWSANALIS. COM – Rocky Gerung resmi menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Rocky dilantik bersama Ketua Wantimpres Pratikno, Wakil Ketua Hatta Rajasa, Sekretaris Muhammad Qodari, serta anggota lainnya berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 107/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia.
Dalam prosesi tersebut, para anggota Wantimpres mengucapkan sumpah jabatan untuk setia kepada UUD 1945, menjalankan peraturan perundang-undangan, menjunjung etika jabatan, serta melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Rocky selama ini dikenal sebagai akademisi dan pengamat politik yang kerap menyampaikan pandangan kritis terhadap kebijakan pemerintah melalui berbagai forum publik.
Hubungannya dengan Prabowo juga bukan kali pertama terlihat di ruang publik. Pada 27 April 2026, Rocky sempat berbincang dengan Prabowo dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya seusai pelantikan sejumlah pejabat negara.
Saat itu, Rocky menyebut dirinya dan Prabowo telah lama menjadi rekan diskusi.
Kini, hubungan tersebut mendapat bentuk formal melalui jabatan Rocky di Wantimpres, lembaga yang bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden.
Ketua Wantimpres Pratikno mengatakan anggota baru berasal dari berbagai latar belakang dan pengalaman. Keragaman tersebut, menurut dia, akan dimanfaatkan untuk memberikan masukan kepada Presiden.
Susunan Wantimpres yang dilantik Prabowo berjumlah 26 orang, terdiri atas ketua, wakil ketua, sekretaris sekaligus anggota, serta anggota. Dari jumlah tersebut, 24 orang mengikuti penandatanganan berita acara pelantikan di Istana Negara.
Masuknya Rocky Gerung ke Wantimpres menempatkannya dalam posisi baru di lingkungan pemerintahan, setelah bertahun-tahun dikenal sebagai pengamat politik dan akademisi.(**/TIM)
EDITOR MEWSANALIS.








