Gerak Cepat Kapolri Rotasi Jajaran Pati DAN Pamen

16 views

JAKARTA ,NEWSANALIS. COM -Sehari setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Kamis (1/10/2026), Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto langsung mengeluarkan telegram mutasi yang menyentuh puluhan perwira tinggi dan perwira menengah.

Sebanyak 88 Pati dan Pamen Polri dimutasi. Dari jumlah itu, 70 personel mendapat jabatan baru. Mutasi juga menyentuh 14 pejabat utama Mabes Polri dan 19 jabatan Kapolda. Gerbong baru itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tanggal 2 Oktober 2026.

Dalam konteks pergantian pucuk pimpinan Polri, angka tersebut menunjukkan bahwa perubahan tidak berhenti pada pergantian Kapolri. Struktur di bawahnya ikut ditata. Polri menyebut mutasi dan rotasi bagian dari dinamika organisasi, kebutuhan kedinasan, pembinaan karier dan penyegaran pelaksanaan tugas.

Namun, bagi publik, pertanyaan berikutnya tentu bukan sekadar siapa pindah ke mana. Pertanyaannya: ke mana arah baru Polri di bawah Suyudi?

Kabareskrim Berganti

Salah satu perubahan paling strategis terjadi di tubuh reserse. Jabatan Kabareskrim Polri kini dipercayakan kepada Irjen Pol. Asep Safrudin, yang sebelumnya menjabat Kapolda Kepulauan Riau. Ia menggantikan Komjen Pol. Syahardiantono, yang selanjutnya menjadi Pati Bareskrim dengan penugasan pada Kantor Staf Presiden.

Pergantian ini penting karena Bareskrim merupakan salah satu mesin utama penegakan hukum Polri, menangani perkara pidana strategis, kejahatan ekonomi, siber, narkotika hingga tindak pidana korupsi melalui Direktorat Tindak Pidana Korupsi.

Di sisi intelijen, Irjen Pol. Dedy Kusuma Bakti mendapat tugas sebagai Kabaintelkam Polri. Sementara pejabat sebelumnya, Komjen Pol. Yuda Gustawan, mendapat penugasan sebagai Pati Baintelkam pada KSP.

Irwasum dan Pengawasan Internal.

Pergantian juga terjadi pada posisi Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri. Komjen Pol. Asep Edi Suheri ditugaskan sebagai Irwasum Polri. Sebelumnya, Asep Edi Suheri merupakan Kapolda Metro Jaya. Kursi yang ditinggalkannya kemudian diisi Irjen Pol. Dadang Hartanto.

Sementara Komjen Pol. Wahyu Widada, yang sebelumnya menjabat Irwasum, mendapat penugasan pada Kementerian ATR/BPN. Pergantian ini menempatkan sejumlah figur baru pada titik-titik strategis: pengawasan, intelijen, reserse dan keamanan.

14 PJU Mabes Bergeser

Selain Irwasum dan Kabareskrim, sejumlah jabatan utama Mabes Polri ikut berganti. Di antaranya:
1. Irjen Pol. Dedy Kusuma Bakti menjadi Kabaintelkam.
2. Irjen Pol. Asep Safrudin menjadi Kabareskrim.
3. Irjen Pol. Hery Herjawan menjadi Kabaharkam.
4. Irjen Pol. Rudi Darmoko menjadi Kalemdiklat.
5. Irjen Pol. Andik Setiyono menjadi Astamarena Kapolri.
6. Brigjen Pol. Agus Dwi Hermawan menjadi Aslog Kapolri.
7. Brigjen Pol. Deni Dharmapala menjadi As SDM Kapolri.
8. Irjen Pol. Mahmud Nazly Harahap menjadi Kadivpropam.
9. Irjen Pol. Roberto G.M. Pasaribu menjadi Kadiv TIK.
10. Brigjen Pol. Tubagus Ami Prindani menjadi Kadensus 88 Antiteror.
11. Irjen Pol. Ahrie Sonta N. menjadi Kadivkum.
12. Irjen Pol. Arie Ardian Rishadi menjadi Kakortastipidkor.
13. Kombes Pol. Didik Hariyanto menjadi Koorspripim.
14. Irjen Pol. Asep Edi Suheri menjadi Irwasum.

Dengan demikian, perubahan menyentuh fungsi yang sangat luas: pengawasan, intelijen, reserse, keamanan, pendidikan, sumber daya manusia, hukum, teknologi informasi hingga pemberantasan terorisme.

19 Kapolda Bergeser

Yang tak kalah besar adalah perubahan di tingkat kewilayahan. Sebanyak 19 jabatan Kapolda mengalami pergantian. Di antaranya:
1. Metro Jaya: Irjen Pol. Dadang Hartanto
2. Maluku: Irjen Pol. Suwondo Nainggolan
3. Kepulauan Riau: Irjen Pol. Suhendri
4. Riau: Irjen Pol. Arman Achdiat
5. NTT: Irjen Pol. Reza Arief Dewanto
6. Jawa Barat: Irjen Pol. Hengki
7. Banten: Brigjen Pol. Hendra Kurniawan
8. Jawa Tengah: Brigjen Pol. Roy Hardi Siahaan
9. Jawa Timur: Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono
10. Bali: Brigjen Pol. Pasma Royce
11. Sumatera Barat: Irjen Pol. Jawari
12. Sulawesi Selatan: Irjen Pol. M. Awal Chairuddin
13. Jambi: Irjen Pol. Widodo
14 Gorontalo: Irjen Pol. Nurworo Danang
15. Sumatera Utara: Brigjen Pol. Sonny Irawan
16. Sumatera Selatan: Brigjen Pol. Rony Samtana
17. Sulawesi Tengah: Irjen Pol. Rizal Irawan
18. Sulawesi Barat: Irjen Pol. Totok Suharyanto
19. Daerah Istimewa Yogyakarta: Irjen Pol. Langgeng Purnomo.

Perubahan tersebut memperlihatkan bahwa rotasi tidak hanya terkonsentrasi di Jakarta, tetapi menjangkau berbagai wilayah strategis dari Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara hingga Sulawesi.

Suyudi dan Jejak Reserse

Suyudi bukan figur yang datang dari ruang kosong. Lulusan Akpol 1994 itu memiliki perjalanan panjang di bidang reserse. Ia pernah bertugas di lingkungan Polda Metro Jaya, termasuk sebagai Kapolsek Pasar Minggu dan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat.

Kariernya kemudian berkembang ke sejumlah posisi strategis di lingkungan Bareskrim dan Polda Metro Jaya. Ia pernah menjadi Wakapolda Metro Jaya, kemudian Kapolda Banten.

Pada 25 Agustus 2025, Suyudi dipercaya menjadi Kepala BNN. Di lembaga tersebut, ia membawa pendekatan “War on Drugs for Humanity”, yang memadukan penindakan terhadap jaringan narkotika dengan pendekatan kemanusiaan bagi korban penyalahgunaan narkotika.

Kini, pengalaman panjang di bidang reserse dan narkotika itu dibawa ke kursi tertinggi Korps Bhayangkara. Bukan Sekadar Pergeseran Kursi

Ada satu hal yang menarik dari mutasi perdana ini. Suyudi tidak hanya mengganti sejumlah Kapolda. Ia juga menyentuh simpul-simpul utama organisasi di Mabes Polri. Pengawasan berganti. Intelijen berganti. Bareskrim berganti. Baharkam berganti. Propam berganti. Pendidikan berganti. Bahkan sejumlah komando kewilayahan ikut berubah. (HBM)

Editor Newsanalis.Com

Seedbacklink affiliate

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-4028159191961500, DIRECT, f08c47fec0942fa0