Ketua Umum DPP ABR Indonesia Rilis Lagu “Dipusaramu”, Dedikasi Seni untuk Mengenang Jasa Para Pahlawan

24 views


Tak Hanya Aktivis, Politisi, dan Pengacara, Hermawan Juga Menekuni Dunia Musik Sejak SMA dengan Nama Panggung Qyay Awan

BANDAR LAMPUNG —–Newsanalis.Com — Memperingati Hari Pahlawan 10 November, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Advokat Bela Rakyat Indonesia (ABR Indonesia), Dr. (c) Hermawan, S.HI., M.H., CM., SHEL, menghadirkan karya musik berjudul “Dipusaramu” sebagai bentuk dedikasi melalui seni untuk mengenang jasa dan pengorbanan para pahlawan bangsa.

Lagu tersebut menjadi wujud ekspresi kecintaan terhadap tanah air sekaligus ajakan untuk kembali merenungkan arti perjuangan, pengorbanan, dan penghormatan kepada mereka yang telah mendahului dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Di balik kiprahnya sebagai aktivis, politisi, dan pengacara, Hermawan ternyata memiliki sisi lain yang telah melekat sejak masa sekolah menengah atas (SMA), yakni kecintaannya terhadap dunia musik. Ia dikenal dengan panggilan Qyay Awan, nama yang digunakannya dalam perjalanan bermusik dan publikasi sejumlah karya melalui kanal YouTube.

Bagi Hermawan, musik bukan sekadar hiburan, melainkan juga media untuk menyampaikan pesan, membangun kesadaran, serta menyentuh sisi kemanusiaan masyarakat. Jika advokasi dilakukan melalui perjuangan hukum dan aktivitas organisasi, musik menjadi ruang lain untuk menyuarakan nilai-nilai perjuangan dengan pendekatan yang lebih universal.

“Dipusaramu”, Penghormatan bagi Para Pejuang Bangsa

Pemilihan momentum Hari Pahlawan untuk memperkenalkan lagu “Dipusaramu” membawa pesan bahwa perjuangan tidak boleh berhenti sebagai catatan sejarah. Semangat pengorbanan para pahlawan perlu diteruskan melalui tindakan nyata, integritas, kepedulian sosial, dan keberanian memperjuangkan kebenaran.

Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat pengabdian kepada masyarakat yang menjadi bagian dari aktivitas Hermawan di bidang hukum dan organisasi.

Melalui karya ini, ia ingin menghadirkan bentuk penghormatan yang berbeda. Tidak hanya melalui upacara atau pidato peringatan, tetapi juga lewat karya seni yang dapat dinikmati masyarakat lintas generasi.

Semangat kepahlawanan, dalam konteks kehidupan saat ini, dapat diwujudkan melalui keberanian membela masyarakat yang membutuhkan keadilan, menjaga persatuan, serta berkontribusi sesuai profesi dan kemampuan masing-masing.

Dari Aktivis hingga Musisi

Perjalanan Hermawan di dunia musik yang telah dimulai sejak SMA memperlihatkan bahwa aktivitas profesional dan kecintaan terhadap seni dapat berjalan beriringan.

Sebagai aktivis dan praktisi hukum, ia berkecimpung dalam berbagai aktivitas advokasi dan perjuangan kepentingan masyarakat. Sementara itu, melalui musik, ia memiliki ruang untuk mengekspresikan gagasan, perasaan, dan pesan sosial dalam bentuk karya.

Sejumlah lagu yang dibawakannya telah tersedia di kanal YouTube dengan nama panggilan Qyay Awan. Kehadiran lagu “Dipusaramu” pada momentum Hari Pahlawan diharapkan dapat memperluas ruang apresiasi terhadap karya musik sekaligus menghidupkan kembali semangat menghargai jasa para pejuang bangsa.

Ajak Masyarakat Mengapresiasi Karya Anak Bangsa

Masyarakat dapat mendengarkan lagu “Dipusaramu” melalui tautan YouTube berikut:

Dukungan masyarakat melalui tanda suka (like), komentar, membagikan tautan (share), serta berlangganan (subscribe) kanal YouTube diharapkan dapat membantu memperluas jangkauan karya tersebut.

Momentum Hari Pahlawan menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki cara untuk meneruskan perjuangan. Ada yang berjuang melalui pengabdian, ada yang memperjuangkan keadilan melalui hukum, dan ada pula yang menyampaikan pesan perjuangan melalui seni.

Melalui “Dipusaramu”, Qyay Awan menghadirkan musik sebagai salah satu bentuk penghormatan kepada para pahlawan sekaligus pengingat bahwa jasa para pejuang akan selalu hidup selama semangat perjuangan, keadilan, dan cinta tanah air terus dijaga oleh generasi penerus bangsa.

Selamat Hari Pahlawan 10 November. Teruskan perjuangan melalui karya, pengabdian, dan keberanian membela kebenaran(**)

Editor Armiji Abusani Obara

Seedbacklink affiliate

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-4028159191961500, DIRECT, f08c47fec0942fa0