Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Dorong Penguatan SDM dan Dukungan Menyeluruh bagi Pelaku UMKM

27 views

BANDARLAMPUNG | Newsanaliks.com- Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong penguatan sumber daya manusia (SDM) serta dukungan menyeluruh bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian daerah.

Hal itu disampaikan Gubernur Mirza dalam kegiatan Pelatihan Pengembangan Kapasitas Usaha bagi pelaku UMKM di Provinsi Lampung di Gedung Pusiban, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Senin (20/4/2026).

Menurut Mirza, UMKM harus memiliki akses permodalan, perluasan pasar, peningkatan kualitas produk, hilirisasi komoditas, hingga pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), agar mampu tumbuh berkelanjutan, berdaya saing, dan naik kelas.

Kegiatan bertema “AI untuk UMKM: Lebih Efisien dan Lebih Untung” tersebut terselenggara melalui kerja sama dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

Gubernur Mirza menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam pengembangan UMKM. Ia tidak ingin pelaku UMKM berjalan sendiri tanpa dukungan ekosistem yang kuat.

“Jangan ada UMKM yang bergerak sendiri, berjuang sendiri, dan memasarkan sendiri. Ini yang harus kita benahi bersama,” ujar Mirza.

Menurutnya, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah. Dari warung kecil hingga usaha rumahan dan pedagang pasar tradisional, seluruhnya berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi Lampung.

Ia menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 498 ribu UMKM di Provinsi Lampung yang menjadi penggerak utama ekonomi daerah. Mayoritas pelaku usaha tersebut didominasi oleh perempuan dengan semangat tinggi untuk bertahan dan berkembang.

Lampung sendiri memiliki potensi komoditas unggulan seperti singkong, jagung, dan pisang yang selama ini banyak diolah menjadi produk seperti keripik. Namun, potensi tersebut dinilai belum dimaksimalkan.

“Komoditas kita ini digemari hingga ke seluruh dunia, tapi UMKM kita belum punya bekal kuat dalam pemasaran dan manajemen,” katanya.

Gubernur Mirza juga menyoroti keterbatasan jaringan pemasaran dan peningkatan kualitas produk yang masih menjadi tantangan utama. Padahal, banyak pelaku UMKM memiliki cita-cita menembus pasar nasional hingga global.

“Kita belum sepenuhnya mendorong UMKM untuk tumbuh. Mereka masih bergerak sendiri. Ke depan, ini akan kita desain ulang,” tegasnya.

Ia menambahkan, potensi pasar Lampung sangat besar, terutama dengan jumlah kunjungan wisatawan yang mencapai 24,7 juta orang sepanjang 2025. Kondisi ini harus dimanfaatkan UMKM untuk meningkatkan penjualan produk lokal.

“Saya ingin wisatawan yang datang ke Lampung membeli produk-produk UMKM kita. Ini peluang besar,” ujarnya.

Selain itu, Gubernur Mirza menyoroti masih tingginya penjualan komoditas dalam bentuk mentah, yang mencapai 70 persen. Ia mendorong langkah hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah melalui peran UMKM.

“Contoh singkong kalau dijual mentah dengan yang sudah dijadikan kripik, itu bisa naik 3 sampai 5 kali lipat,” jelasnya.

Menurutnya, penguatan UMKM bisa menjadi solusi cepat dibanding menunggu industrialisasi skala besar. Dengan peningkatan kualitas SDM, UMKM dapat langsung memberikan dampak ekonomi signifikan.

Untuk itu, pelaku UMKM perlu dibekali berbagai keterampilan, mulai dari pengelolaan keuangan, inovasi produk, hingga strategi pemasaran modern. Ia juga menekankan pentingnya membuka pasar baru dan memperluas jaringan usaha.

“UMKM harus terus berinovasi, kreatif, dan berani membuka pasar baru. Ini tidak bisa dilakukan sendiri,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menekankan pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), sebagai alat untuk meningkatkan daya saing produk.

“Teknologi kita pakai untuk menutupi kekurangan kita. AI membantu UMKM menjadi lebih efisien dan produknya punya standar yang bisa bersaing,” ujarnya.

Ia optimistis, dengan adaptasi teknologi dan penguatan SDM, UMKM Lampung mampu menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi daerah hingga mencapai target 8 persen.

“Kalau SDM kuat, inovatif, dan adaptif terhadap teknologi, UMKM kita akan naik kelas dan menjadi kekuatan ekonomi yang besar,” tambahnya.

Sebanyak 220 pelaku UMKM mengikuti pelatihan ini. Gubernur Mirza berharap mereka menjadi pelopor UMKM unggulan di Lampung serta inspirasi bagi pelaku usaha lainnya.

“Saya ingin peserta hari ini menjadi UMKM terdepan yang mendorong pertumbuhan ekonomi Lampung dan menginspirasi yang lain,” pungkasnya.(Adpim)

Editor. Maruzi

Seedbacklink affiliate

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-4028159191961500, DIRECT, f08c47fec0942fa0