Pringsewu | Newsanalis.com– Didampingi Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Pringsewu, Syaifullah, S.Sos, sebanyak 20 an kader Posyandu perwakilan dari lima (5) kelurahan di Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, datangi gedung DPRD Pringsewu, Jumat (03/07/2026).
Kedatangan para kader Posyandu ke gedung wakil rakyat ini untuk mengadukan nasib mereka kepada Komisi IV DPRD Pringsewu.
Beragam keluhan dan harapan disampaikan, mulai dari kurang mendapat perhatian, kondisi Posyandu yang tidak memiliki fasilitas seperti meja dan kursi, hingga masalah keberlangsungan insentif mereka di tahun 2026 ini yang belum jelas.
“Posyandu di tempat kami minim fasilitas. Kalau itu pun ada kursi atau meja, itu juga dapat minjem pak”, ucap Nur Lailawati, kader Posyandu dari Kelurahan Pringsewu Timur kepada anggota Komisi IV DPRD Pringsewu.
Aspirasi dan keluhan senada disampaikan Estu, kader Posyandu dari Kelurahan Pringsewu Utara.
Menurutnya, untuk melaksanakan kegiatan Posyandu, kader yang ada terpaksa harus meminjam meja dan kursi. “Termasuk juga masalah alat ukur dan timbangan pak. Kami memang pernah dapet bantuan dari pemerintah, tapi sekarang alat itu rusak dan belum diganti dengan yang baru”, tegasnya.
Keluhan sama disampaikan Sartini, perwakilan dari kader Posyandu di Kelurahan Pringsewu Selatan.
Ia mengemukakan, dari enam (6) Posyandu dengan jumlah kader sebanyak 39 orang di Pringsewu Selatan, kondisinya cukup memperihatinkan.
“Rata-rata permasalahan yang dihadapi Posyandu di Pringsewu Selatan juga masalah fasilitas pak. Termasuk juga, soal obat-obatan untuk Lansia”, ujarnya.
Untuk bisa mengadakan meja dan kursi untuk kegiatan Posyandu, sambung Sartini, kader Posyandu akhirnya berinisiatif membuat olahan bubur kacang ijo.
“Bubur itu kita jual dengan harga 2 ribu per bungkus dan tidak kita wajibkan yang datang untuk beli atau ambil. Uang dari hasil jualan bubur kacang ijo, terus kita kumpulkan untuk bisa nyicil beli meja dan kursi kayu”, urai Sartini.
Keluhan dan aspirasi sama juga disampaikan oleh Suwarti, perwakilan dari Posyandu di Kelurahan Pajaresuk.
Menurutnya, Puskesmas Pringsewu memang sering adakan pelatihan bagi kader, namun kuotanya selalu di batasi.
“Peserta yang diikuti sertakan dalam pelatihan itu jumlahnya dibatasi. Jadi, kader yang lain yang berminat tidak bisa ikut sehingga keterampilannya jadi tidak berkembang”, ucapnya.
Secara umum, dari ke-20 kader mendesak Komisi IV DPRD Pringsewu untuk memperjelas soal insentif bulanan mereka di tahun 2026 ini yang belum juga turun dan diterima.
Dalam pendekatan Integrasi Layanan Primer (ILP), kader Posyandu saat ini menjadi garda terdepan yang melayani seluruh siklus hidup manusia.
Peran penting mereka meliputi pelaksanaan layanan lima (5) langkah yakni pendaftaran, pengukuran, pencatatan, edukasi, dan validitasi data, serta kunjungan ke rumah untuk memantau kesehatan keluarga. (*)
Editor : Maruzi








