15 Tahun Genap Usia Pringsewu, Masih Ada Rumah Papan Berlantai Tanah di Pekon Mataram

307 views

15 Tahun Genap Usia Pringsewu, Masih Ada Rumah Papan

GADINGREJO | Newsanalis.com– Sebuah ironi, diusia Kabupaten Pringsewu genap 15 tahun pada 3 April 2024 lalu, masih ditemukan banyak rumah tidak layak huni dan memenuhi standar kesehatan.

Padahal, menempati rumah layak dan memenuhi standar kesehatan, menjadi idaman bagi setiap orang.

Adalah Hendi, warga RT 02 Dusun Margoyoso II, Pekon Mataram, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu yang harus rela menempati rumah sangat tidak layak.

Tinggal bersama sang istri, Hendi yang hanya bekerja mengandalkan jasa memelihara sapi milik orang, hanya bisa pasrah, dibalik ketidak kemampuannya secara ekonomi.

“Kalau rumah mas Hendi, itu sangat wajar kalau dapat perhatian dan bantuan. Contohnya, rumah disebelah rumah saya ini juga, belum lama dibangun karena dapat bantuan dari pemerintah”, ucap Novi Irawan, warga setempat yang sehari-hari bekerja mencetak batu bata, Selasa (04/06/2024).

Menurut Novi, bangunan rumah yang ditempati Hendi bersama sang istri, memang sejak lama kondisi memprihatinkan.

“Saat ibunya mas Hendi masih hidup, rumah itu ya seperti itu kondisinya. Dindingnya hanya berlapis papan dan berlantai tanah”, beber Novi.

Ungkapan rasa prihatin juga disampaikan Haryono, warga lainnya. Ia juga berharap, rumah Hendi bisa mendapat bantuan dan diperbaiki.

“Kalau soal sudah pernah diajukan apa belum untuk dapat bantuan, saya gak tau mas. Tapi kondisi rumah itu memang seperti itu dari dulu”, terangnya.

Sementara itu, Kepala Dusun (Kadus) Margoyoso II, Saryono saat dikonfirmasi mengaku bahwa, rumah Hendi sudah masuk data dan kini tengah diusulkan untuk mendapat program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

“Sudah. Persyaratannya juga sudah kita minta, mulai dari KTP, KK hingga bukti kepemilikan atas tanah”, ucap Saryono kepada Newsanalis..com saat ditemui dirumahnya.

BACA JUGA :  Dinas Perkim Provinsi Lampung Gelar workshop

Menurut dia, dilingkungannya saat ini ada sekitar delapan (8) rumah tidak layak huni. Namun kata dia, dari delapan bangunan rumah itu, kini hanya tinggal empat rumah yang kondisinya masih tidak layak huni.

“Termasuk rumahnya Mas Hendi. Tapi, data usulan untuk bisa dapat bantuan, sudah saya sampaikan ke pemerintahan pekon Mataram. Bantuan beras juga tetap kita kasih selama ini”, imbuhnya.

Penelusuran wartawan Newsanalis.com di lapangan, kondisi bangunan rumah Hendi cukup miris dan sangat memperihatinkan.

Selain dinding masih terbuat dari lembaran papan, ironinya hampir semua papan yang menempel sudah lapuk dan dimakan rayap, termasuk beberapa tiang dari ventilasi jendelanya. (*/Roji)

google.com, pub-4028159191961500, DIRECT, f08c47fec0942fa0