PRINGSEWU | Newanalis.com – Gerakan penanaman kembali bambu yang diinisiasi oleh Penjabat Bupati Pringsewu, Marindo Kurniawan, menerima sambutan hangat dari Penjabat Gubernur Lampung, Samsudin. Ini merupakan langkah strategis untuk mengembalikan keunikan daerah yang memiliki makna mendalam.
Samsudin mengungkapkan bahwa apresiasi ini bukan sekadar penghargaan, melainkan dukungan nyata terhadap visi Presiden Joko Widodo. Setiap daerah diharapkan memiliki identitas khas, dan Pringsewu, dengan namanya yang berarti ‘bambu’, menjadi contoh ideal.
“Kita tidak bisa melupakan warisan alam yang ada. Bambu adalah ciri khas kita dan harus dimanfaatkan secara maksimal,” tegas Samsudin dalam kegiatan kunjungan kerja bersama Ketua TP PKK Provinsi Lampung, Maidawati.
Bambu, menurut Samsudin, bukan hanya sekadar tanaman, tetapi juga potensi ekonomi. Dengan pengelolaan yang baik, bambu dapat menjadi sumber pendapatan masyarakat setempat, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Marindo Kurniawan menambahkan bahwa inisiatif ini dimulai melalui surat edaran bernomor 031/630/U.06/2024. Surat ini mengajak masyarakat untuk terlibat dalam penanaman bambu dan mengurangi penggunaan bahan plastik.
“Pringsewu pernah dikenal sebagai daerah seribu bambu,” ungkap Marindo, menjelaskan pentingnya mengembalikan ikon ini. Dulu, hutan bambu melimpah, dan kini saatnya untuk revitalisasi.
Bambu juga memiliki berbagai manfaat lingkungan. Marindo mencatat bahwa tanaman ini membantu meningkatkan volume air, mencegah erosi, dan menyerap karbon dioksida, menjadikannya pilar keberlanjutan.
Lebih dari itu, bambu dapat diolah menjadi berbagai produk. Mulai dari barang rumah tangga, bahan baku industri, hingga makanan dan obat-obatan, potensi bambu tak terbatas.
“Kita juga dapat menjadikan bambu sebagai bagian dari budaya dan pariwisata,” tambah Marindo, menyiratkan kemungkinan menarik wisatawan dengan keindahan alam dan produk lokal.
Gerakan ini bukan hanya tentang menanam, tetapi juga tentang membangun kesadaran akan pentingnya lingkungan. Melalui inisiatif ini, diharapkan masyarakat semakin terlibat dalam menjaga dan melestarikan alam.
Dengan semangat kolaborasi, Pringsewu berambisi untuk menjadi contoh bagi daerah lain. Langkah ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi mendatang untuk mencintai dan merawat alam.(*/Roji)








