Noverisman Subing : “Politik Dinasti Harus Ditinggalkan”

Noverisman Subing : “Politik Dinasti Harus Ditinggalkan”
POLITISI Senior asal Lampung Noverisman Subing dengan tegas mengatakan dirinya meninggalkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) karena tidak nyaman dengan ‘politik dinasti’ yang dirasakan nya.
“Terus terang saja, saya mundur dari PKB bukan karena ada tekanan. Yang saya rasakan adalah ketidaknyamanan saya karena praktek politik kekeluargaan atau dinasti di PKB. Akhirnya dengan ikhlas saya Mengundurkan Diri. Bukan dipecat ya, tapi saya Mundur,” ujar Kanjeng Nover – sapaan akrab lelaki yang sebelumnya aktif sebagai wartawan dan kini duduk sebagai Dewan Penasehat PWI Provinsi Lampung.
Dia menambahkan, gaya kepemimpinan Ketua PKB Chusnunia Halim (Nunik) tidak ubahnya seperti CEO perusahaan keluarga (Pemilik sebuah perusahan Keluarga).
“Di Partai Politik tidak boleh begitu dong. Saya seorang Nahdiyin dan NU tulen, saya telah bersusah payah membesarkan PKB di Lampung ini, saya juga kader PMII dan kenyang berorganisasi, jadi tahu banget bagaimana cara mengelola partai dengan baik,” kata Noverisman .

Bandar Lampung Kamis sore (17/04/2025 )tepatnya ditetapkan Tersangka oleh kejati Lampung Puncak Gonjang Ganjing Politik dilampung Timur Pasca Pileg dan Pemilihan Bupati /wakil Bupati dengan di tetapkan tersangka mantan Bupati Lampung Timur dan diDi PAW nya kader PKB terbaik dan peraih suara terbanyak dari anggota Dewan perwakilan rakyat dilampung Timur yang merupakan istri mantan Bupati serta sekaligus Mundurnya kader Senior PKB kanjeng Noverisman Subing saat Diminta wawancara dengan media online ini Kanjeng Nover membeberkan alasan nya ‘keluar’ dari Partai Politik besutan Gus Dur tersebut semata-mata ingin memberikan edukasi bahwa dalam berpolitik itu harus mengedepankan visi dan misi partai serta mendengarkan suara dari arus bawah bukan mengedepankan aroma keluarga serta Kentalnya Nepotisme.
“Lebih baik saya mundur secara terhormat dan kembali ke rumah besar saya yakni Partai Golkar, ujar dia disana saya mendapatkan ketenangan, kenyamanan dan kebersamaan,” pungkas Kanjeng Noverisman menutup wawancara nya . (Redaksi’)
Editorial (Armiji Abusani)








