Bandar Lampung | Newsanalis.com-(Unila): Universitas Lampung (Unila) menggelar pendidikan dan pelatihan (Diklat) bagi penerima Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) dan Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) berlangsung di Ruang Sidang Utama lantai empat Gedung Rektorat Unila,(16/09/2026).
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Sunyono, M.Si. Dalam sambutannya, Prof. Sunyono mendorong mahasiswa penerima beasiswa ADik dan 3T untuk memiliki semangat tinggi dalam mengembangkan potensi diri, meraih prestasi, serta menyelesaikan studi tepat waktu.
Selain mendorong mahasiswa untuk berprestasi dan menyelesaikan studi tepat waktu, Prof Sunyono berharap para penerima beasiswa dapat kembali ke daerah masing-masing setelah menyelesaikan pendidikan untuk mengabdikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Unila.
Menurutnya, kontribusi mahasiswa setelah lulus diharapkan dapat turut membangun dan memajukan daerah asal masing-masing. Pada kegiatan tersebut, peserta mendapatkan sejumlah materi pembekalan yang mendukung kesiapan mahasiswa dalam menjalani pendidikan maupun mempersiapkan masa depan setelah menyelesaikan studi.
Materi pertama yaitu “Persiapan Studi Lanjut dan Akses Beasiswa LPDP S-2 bagi Mahasiswa Afirmasi dan Orang Asli Papua (OAP)”. Materi ini berfokus pada pemberian pemahaman dan persiapan bagi mahasiswa afirmasi dan OAP yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang magister (S-2), khususnya melalui akses Beasiswa LPDP.
Materi kedua, “Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental”, membahas pentingnya menjaga keseimbangan antara kesehatan tubuh dan kesehatan psikologis untuk mendukung kualitas hidup mahasiswa. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya aktivitas fisik teratur, pola makan seimbang, tidur yang cukup, menghindari kebiasaan buruk, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Dari sisi kesehatan mental, peserta dibekali pemahaman mengenai kemampuan mengelola emosi, pikiran, stres, dan perilaku secara positif. Dukungan sosial, hobi, pola pikir positif, serta konsultasi profesional ketika diperlukan juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan mental.
Materi tersebut turut menekankan keterkaitan antara kesehatan fisik dan mental. Penerapan pola hidup sehat melalui olah raga, tidur cukup, konsumsi makanan bergizi, manajemen waktu, dan pengelolaan stres menjadi langkah penting dalam menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran. Peserta juga diperkenalkan dengan penerapan CERDIK dan GERMAS dalam kehidupan sehari-hari.
Selanjutnya, materi ketiga membahas SIAKADU sebagai satu pintu layanan akademik Unila yang mencatat dan mengelola riwayat akademik mahasiswa mulai dari awal perkuliahan hingga kelulusan.
Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya ketertiban dalam berbagai aktivitas akademik, seperti pengisian Kartu Rencana Studi (KRS), input nilai, evaluasi hasil studi, hingga yudisium. Seluruh proses tersebut perlu dilakukan sesuai kalender akademik agar data akademik tetap tertib dan valid.
Hal yang menjadi perhatian dalam materi SIAKADU meliputi ketepatan biodata mahasiswa, pengisian KRS, evaluasi hasil studi, serta kelengkapan data pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti). Ketertiban data di SIAKADU menjadi bagian penting dalam proses pelaporan nasional hingga penerbitan Nomor Ijazah Nasional (PISN).
Mahasiswa juga diingatkan untuk menjaga keamanan akun, melakukan evaluasi pembelajaran, mencetak dan menyimpan Kartu Hasil Studi (KHS), serta memperhatikan batas waktu dalam setiap proses akademik.
Melalui diklat ini, mahasiswa penerima Beasiswa ADik dan 3T diharapkan memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menjalani proses akademik, menjaga kesehatan fisik dan mental, mempersiapkan studi lanjut, serta mengembangkan semangat berprestasi hingga menyelesaikan pendidikan tepat waktu dan memberikan kontribusi bagi daerah asal masing-masing.(*)
Humas Unila








