Bandar Lampung | Newsanalis.com-(Unila): Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan kegiatan Visiting Professor bertema “From Science Research to Science Classroom: Transforming Contemporary Science into Meaningful Learning for Sustainability Awareness” pada Senin, 19 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula A Dekanat FKIP ini dilaksanakan secara luring dan daring.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T. Dalam sambutannya menekankan pentingnya menghubungkan perkembangan penelitian sains dengan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik.
Menurutnya, perguruan tinggi dan sekolah memiliki tanggung jawab bersama untuk menjembatani kemajuan ilmu pengetahuan dengan proses pembelajaran yang relevan. Perkembangan penelitian di bidang material, energi, dan teknologi telah membuka berbagai peluang untuk menjawab persoalan kehidupan. Namun, pemanfaatan hasil penelitian dalam pembelajaran perlu disertai pertimbangan mengenai konsep-konsep penting yang harus dipahami peserta didik serta pendekatan pembelajaran yang tepat.
WR 1 menjelaskan, keterkaitan antara penelitian dan pembelajaran dapat dibangun melalui pertanyaan, pengamatan, maupun persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pertanyaan mengenai perbedaan sifat material, efisiensi penggunaan energi, hingga pentingnya bukti dalam menerima suatu penjelasan ilmiah dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan sains secara kontekstual.
“Melalui proses tersebut, peserta didik dapat memahami fisika bukan sekadar kumpulan konsep dan teori, melainkan sebagai cara untuk menyelidiki dan memahami dunia.” ujarnya.
Lebih lanjut, Prof. Suripto menyoroti tantangan pendidik dalam menyampaikan gagasan ilmiah agar mudah dipahami tanpa mengurangi ketepatan konsep. Hal tersebut membutuhkan penguasaan materi yang kuat, pemahaman terhadap pengetahuan awal peserta didik, serta kemampuan merancang pengalaman belajar yang mendorong keterlibatan aktif.
Pembelajaran sains yang dirancang dengan baik diharapkan mampu menumbuhkan rasa ingin tahu, memperkuat kemampuan berpikir kritis, serta membangun kepercayaan diri peserta didik dalam menyusun penalaran berdasarkan bukti ilmiah. Kemampuan tersebut menjadi bekal penting untuk memahami berbagai tantangan kehidupan, termasuk persoalan keberlanjutan lingkungan.
Dalam konteks tersebut, dialog dan kolaborasi antara ilmuwan, peneliti pendidikan, guru, serta mahasiswa dinilai memiliki peran strategis. Pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarpihak dapat memperkuat hubungan antara perkembangan riset kontemporer dan praktik pembelajaran di ruang kelas.
Kegiatan Visiting Professor ini menghadirkan dua narasumber, yakni Prof. Dr. Andrivo Rusydi, Ph.D., M.Sc. dari National University of Singapore dan Prof. Dr. Johan Surif dari Universiti Teknologi Malaysia. Kehadiran kedua akademisi tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan peserta mengenai perkembangan penelitian sains serta strategi mentransformasikannya menjadi pembelajaran yang relevan dan bermakna.
Melalui kegiatan ini, FKIP Unila memperkuat ruang akademik untuk berbagi pengetahuan, bertukar perspektif, dan mengembangkan pendekatan pembelajaran sains yang menghubungkan penelitian dengan kebutuhan pendidikan. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus menumbuhkan kesadaran terhadap pentingnya keberlanjutan.(*)
Humas Unila








