LAMPUNG —–News analis com, Isu pilkada kotak kosong masih terus mencuat Dan menjadi Viral di Provinsi Lampung. Daerah yang berpotensi kotak kosong diantaranya Pesawaran, Tulangbawang Barat, Lampung Barat, Lampung Timur , Lampung Tengah Dan Bandar Lampung dikarena sebagian calon Ada yang Borong partai Belakangan, isu kotak kosong bakal terjadi juga di Pilgub Lampung sungguh Naif seandai ini mrmang Terjadi.
PDIP Provinsi Lampung menyayangkan jika terjadi kotak kosong di Pilkada karena mencerminkan kemunduran demokrasi dialam Demokrasi yang sangat kita Harapkan.
Menurut Wakil Ketua PDIP Lampung Watoni Nurdin, proses demokrasi merupakan angan-angan dari rakyat Indonesia setelah 32 tahun masa orde baru yang otoriter. Harapan rakyat itu muncul dalam bentuk reformasi yang susah Payah digagas oleh Amen Rais CD, ingin kebebasan berdemokrasi bisa lebih baik.
Tapi disisi lain Masyarakat mengharapkan koslisi PDIP bersama PKS bisa terwujud dipilgub Lampung supaya tidak terjadi Lawan kotak kosong.
“Dengan adanya kondisi sekarang, proses demokrasi dikebiri secara tidak langsung dengan menggaungkan pilkada lebih baik melawan kotak kosong agar biaya lebih murah,” ini salah koprah kata Wakil Ketua DPD PDIP lampung Watoni Nurdin pada awak media , Selasa 13/8/2024.
Menurut Watoni yang merupakan Ketua Tim Penjaringan PDIP Lampung ini, skema ini diduga merupakan harapan dari partai Gerindra sebagai partai pemenang pemilu 2024 ujar bung Nurdin
“Mereka membentuk Koalisi Indonesia Maju (KIM), mereka berharap kadernya bisa maju melawan kotak kosong. Kalau itu terjadi, otomatis secara nasional hingga daerah pasti selaras,” jelasnya.
Menurutnya, skema kotak kosong ini membuat masyarakat seolah-olah sudah digiring untuk memilih calon itu, ini adalah contoh demokrasi Semu Dan kemunduran dalam Betdemokrasi ini pilkada bung bukan Pil KB.
“Bagi orang-orang yang menginginkan, tentu mereka senang karena dianggap gampang dan biayanya Murah, Mungkin ini sebagai langkah Sponsor supaya Cost nya Myrah.
Tidak bekerja keras. Tapi dalam sisi pendidikan politik, terjadi kemunduran bagi demokrasi, sebagai semangat dari reformasi,” lanjutnya.
Meski begitu, Watoni berpendapat tujuan ini belum tentu berjalan mulus. Dia mencontohkan Pilkada di Makassar Sulawesi Selatan tahun 2018. Dimana, kotak kosong menang melawan Munafri Arifuddin dan Andi Rachmatika Dewi.
“Sekarang muncul juga gerakan masyarakat melawan kotak kosong. Itu pernah terjadi di Sulawesi, calon itu sudah sangat populer dan didukung semua partai tapi akhirnya, kotak kosong yang menang,” tegas Watoni smoga Dan harapan kita ini tidak Terjadi Di Lampung pungkas Bung Watoni Nurdin. (Tim/Red)
Editorial (Armiji Abusani)








