Jakarta | Newsanalis.com- Kabupaten Pringsewu kembali menorehkan prestasi dan kebanggaan di tingkat nasional. Bupati Pringsewu, H. Riyanto Pamungkas, dipercaya menjadi salah satu narasumber pada kegiatan Forum Diskusi Aktual (FDA) bertajuk “Penguatan Tata Kelola KDKMP untuk Mendorong Pelayanan Publik yang Inklusif dan Berkelanjutan” yang diselenggarakan oleh Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri, Kamis (21/5/2026), di Horison Menteng Jakarta.
Kepercayaan yang diberikan kepada Bupati Pringsewu dalam forum strategis tingkat nasional tersebut menjadi bukti nyata bahwa Kabupaten Pringsewu dinilai memiliki kontribusi dan inovasi yang relevan dalam mendukung program prioritas pemerintah pusat, khususnya penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Dalam forum tersebut, Pemerintah Kabupaten Pringsewu memaparkan praktik baik (best practice) daerah dalam penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal melalui program pengolahan tepung mocaf (Modified Cassava Flour). Program ini menjadi salah satu inovasi unggulan daerah dalam pengolahan komoditas singkong yang selama ini menjadi salah satu potensi besar Provinsi Lampung.
Bupati Pringsewu H. Riyanto Pamungkas menjelaskan bahwa pengembangan industri tepung mocaf tidak hanya bertujuan meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, tetapi juga menjadi solusi nyata dalam membantu petani singkong agar memperoleh manfaat ekonomi yang lebih baik dan berkelanjutan.
Sebagai salah satu daerah di Provinsi Lampung yang dikenal sebagai penghasil singkong terbesar di Indonesia, Kabupaten Pringsewu melihat peluang besar untuk mengembangkan hilirisasi produk berbasis singkong melalui pengolahan mocaf yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan potensi pasar yang luas.
Program tersebut dinilai sangat sinkron dengan konsep KDKMP yang didorong pemerintah pusat, yakni membangun kemandirian ekonomi desa melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk koperasi, pemerintah daerah, BUMD, UMKM, dan sektor swasta. Dalam implementasinya, KDKMP dapat bekerja sama dengan BUMD untuk memperkuat rantai produksi, distribusi, hingga pemasaran produk-produk unggulan desa.
Selain meningkatkan kesejahteraan petani, pengembangan industri mocaf juga dinilai mampu membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat, mulai dari sektor budidaya, pengolahan, pengemasan, distribusi, hingga pemasaran produk. Dengan demikian, program ini memiliki dampak ekonomi yang luas dan berpotensi menjadi penggerak ekonomi lokal berbasis desa.
Forum Diskusi Aktual yang digelar BSKDN Kemendagri tersebut bertujuan menghimpun gagasan, strategi, dan rekomendasi kebijakan terkait penguatan tata kelola KDKMP agar mampu mendorong pelayanan publik yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.
Dalam Kerangka Acuan Kegiatan (KAK) disebutkan bahwa pemerintah saat ini tengah mendorong percepatan pembentukan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagaimana tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan ekonomi desa, memperluas akses pelayanan dasar, mendukung UMKM, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.
KDKMP diproyeksikan menjadi instrumen strategis dalam mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat desa, termasuk pada sektor pangan, kesehatan, pembiayaan UMKM, logistik, hingga digitalisasi layanan masyarakat. Karena itu, tata kelola yang kuat, transparan, profesional, dan berbasis teknologi menjadi faktor penting keberhasilan program tersebut.
Kegiatan forum nasional ini juga menghadirkan narasumber dari berbagai kementerian dan lembaga, di antaranya Kementerian Dalam Negeri, Lemhanas RI, Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI, Kementerian Koperasi RI, Kementerian UMKM RI, Kementerian Keuangan RI, PT Agrinas Pangan Nusantara, Pemerintah Kota Balikpapan, Pemerintah Kabupaten Kolaka, hingga praktisi ekonomi lokal.
Keikutsertaan Kabupaten Pringsewu sebagai narasumber dalam forum nasional ini semakin mempertegas komitmen Pemerintah Kabupaten Pringsewu di bawah kepemimpinan H. Riyanto Pamungkas dalam mendukung arah kebijakan pemerintah pusat sekaligus memperkuat pembangunan ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal.
Melalui inovasi pengolahan tepung mocaf dan penguatan kolaborasi lintas sektor, Kabupaten Pringsewu diharapkan mampu menjadi salah satu contoh daerah yang berhasil mengintegrasikan pengembangan ekonomi desa dengan pelayanan publik yang inklusif dan berkelanjutan.(*)
Editor : Maruzi








