BamdarLampung| Newsanalis.com-(Unila): Universitas Lampung (Unila) menggelar sosialisasi sistem remunerasi tenaga kependidikan (tendik). Sosialisasi berlangsung di Ruang Sidang Rektorat Unila, pada Selasa, 2 Juni 2026, sebagai bagian dari simulasi penerapan sistem baru penilaian kinerja di lingkungan kampus.
Kegiatan ini dihadiri Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum, Dr. Habibullah Jimad, S.E., M.Si., tim remunerasi yang diwakili Dr. Fitra Dharma, S.E., M.Si., dan Bayu Wicaksono, S.Kom., kepala bagian (kabag), kepala subbagian (kasubag), serta tenaga kependidikan perwakilan dari masing-masing unit kerja.
Sosialisasi dilaksanakan sebagai upaya memberikan pemahaman teknis mengenai mekanisme penginputan kinerja sekaligus implementasi sistem remunerasi berbasis capaian organisasi dan individu.
Dr. Fitra dalam pemaparannya menjelaskan sistem tersebut dikembangkan untuk mendukung proses penilaian kinerja yang lebih terukur, objektif, dan selaras dengan target institusi.
Jika sebelumnya penilaian lebih menitikberatkan pada capaian individu yang dinilai belum sepenuhnya merepresentasikan kontribusi terhadap kinerja universitas, skema terbaru mengintegrasikan komponen capaian individu, unit organisasi, serta indikator institusional lainnya.
Untuk tenaga kependidikan, aktivitas kerja dicatat melalui jurnal harian sebagai dasar evaluasi kinerja, sedangkan dosen tetap mengisi Beban Kinerja Dosen (BKD) yang selanjutnya dinilai asesor. Selain itu, komponen remunerasi ditetapkan maksimal 40 persen dengan mekanisme perhitungan berbasis indeks organisasi dan capaian unit kerja.
“Pada unit akademik, indikator organisasi mempertimbangkan sejumlah komponen, seperti capaian pendapatan negara bukan pajak (PNBP), efektivitas belanja remunerasi, kelulusan tepat waktu mahasiswa, kerja sama, akreditasi, hingga peringkat internasional, khususnya pada tingkat fakultas dan pascasarjana,” ungkapnya.
Sementara itu, pada unit nonakademik, penilaian akan disesuaikan dengan target kinerja organisasi masing-masing. Melalui skema tersebut, dosen dan tenaga kependidikan diharapkan dapat berkolaborasi dalam mencapai target institusi melalui sistem yang lebih terintegrasi dan berbasis capaian bersama.
Pada sesi simulasi, Bayu Wicaksono memaparkan tutorial penggunaan platform remunerasi, termasuk mekanisme pengisian jurnal harian serta pengembangan fitur Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) yang masih terus disesuaikan.
Ia menjelaskan capaian kinerja individu memiliki bobot sebesar 70 persen yang bersumber dari log harian, sedangkan 30 persen lainnya mengikuti capaian unit kerja, seperti indikator kelulusan tepat waktu, akreditasi, dan target organisasi lainnya.
Apabila target unit terpenuhi, maka komponen insentif tersebut dapat diperoleh pegawai sesuai ketentuan. Sistem ini juga dilengkapi fitur statistik harian serta profil pengguna guna mendukung pemantauan kinerja yang lebih transparan dan terukur.
Setiap kinerja wajib dilengkapi dokumen pendukung. Seluruh aktivitas yang diinput perlu disertai unggahan dokumen lengkap atau dapat ditautkan melalui dokumen yang telah diunggah ke Google Drive.
“Jika dokumen berhasil diunggah, maka akan tercantum pada daftar dokumen dan dilakukan proses penilaian berdasarkan data kinerja yang telah diisi. Nantinya, data kinerja ini akan menjadi salah satu dasar dalam pengambilan keputusan pemberian insentif bagi Bapak-Ibu,” jelas Bayu.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab sebagai ruang klarifikasi untuk memperdalam pemahaman peserta terhadap mekanisme serta prosedur sistem remunerasi yang telah dipaparkan.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Unila berupaya memperkuat sistem tata kelola kinerja tenaga kependidikan yang lebih transparan, terukur, dan selaras dengan target institusi.
Implementasi sistem remunerasi berbasis capaian individu dan unit organisasi diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas, memperkuat kolaborasi antarunit, serta membangun budaya kerja yang lebih akuntabel dalam mendukung pencapaian kinerja universitas secara berkelanjutan.
Humas Unila
Editor : Maruzi








