Wakil Ketua DPW PAN dan Barisan Muda PAN Tanggapi Pernyataan PMII Lampung

26 views

Bandar Lampung —–Newsanalis. Com Pernyataan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang menuding Menko Pangan RI Zulkifli Hasan sebagai penyebab anjloknya harga singkong di Provinsi Lampung dianggap tendensius dan tidak berdasar oleh kader Partai Amanat Nasional (PAN).

“Pernyataan itu sangat tendensius. Justru Pak Zulhas selama ini aktif memperjuangkan nasib petani, termasuk petani singkong,” ujar Wakil Ketua DPW PAN Lampung, Suprapto, Jumat (9/5/2025).

Menurut Suprapto, fluktuasi harga komoditas pertanian tidak bisa disederhanakan sebagai tanggung jawab satu kementerian. Ia menjelaskan bahwa kebijakan ekspor dan impor merupakan wewenang lintas sektor di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Suprapto, yang juga dikenal sebagai aktivis mahasiswa sejak 1998 mengaku menghargai semangat gerakan mahasiswa, tapi sampaikanlah pendapat secara santun dan berbasis data.

“Tapi menjadi tidak produktif kalau kemudian dikembangkan isu Bang Zulhas yang merupakan tokoh Lampung kini Menko Pangan gak sejalan dengan Gubernur Mirza soal merespon harapan petani singkong,” lanjutnya.

Dan perlu kita ketahui terkait permasalahan Singkong khususnya mengenai harga singkong dilampung Mendag sangat mendukung demi kesejahteran petani singkong di Lampung ujar pak menteri beberapa hari yang lalu beliau sangat mendukung Visi misi Presiden Prabowo Subianto khusus nya tentang perkembangan pangan diprovinsi Lampung, dan perlu kami ingatkan tidak ada visi misi Gubernur dan Menteri yang ada adalah Visi Misi Presiden Ri Prabowo Subianto. Dengan satu Komando.

Dia juga mengingatkan agar gerakan pembelaan kepada petani singkong terus digelorakan namun harus dijaga agar tidak ditunggangi kepentingan pragmatis kelompok tertentu segelintir orang ujar mas prapto

“Jangan sampai misalnya muncul penilaian PMII bawa-bawa PAN karna Mendesaknya sekarang Kader PAN, dan kader-kader PMII yang sekarang jadi pendamping desa merasa tidak aman,” urainya.

Menurut Suprapto, saat ini seluruh elemen, mulai dari menteri terkait, gubernur, hingga DPRD, tengah berupaya mencari solusi terbaik atas permasalahan ini.

“Mari kita saling mendukung, bukan saling menyalahkan. Koordinasi terus dilakukan untuk mencari jalan keluar,” tambah Ketua Forum Komunikasi Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (FOKAL IMM) Lampung ini.

Sebelumnya, PMII dalam aksi unjuk rasa menuding Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan sebagai pihak yang bertanggung jawab atas anjloknya harga singkong di Lampung, yang menyebabkan kerugian besar bagi para petani.

“Jangan sampai misalnya muncul penilaian PMII menyebut-nyebut PAN karna sekarang Menteri Desanya kader PAN, dan kader-kader PMII yang sekarang jadi pendamping desa meras tidak aman,” ujarnya.

Senada juga disampaikan, Wakil Ketua DPW Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) Lampung Naufal A Caya. Mantan aktivis mahasiswa itu menyayangkan pernyataan yang mengadu domba sesama tokoh Lampung, yakni Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dan Zulkifli Hasan, selaku Menko Pangan RI.

“Justru Bang Zulhas menjadi garda terdepan mencari solusi demi terwujudnya swasembada pangan, terutama mengurai persoalan singkong di Lampung,” papar Naufal.

Naufal juga mendorong seluruh pihak dan tokoh-tokoh Lampung untuk bahu membahu memecahkan solusi polemik harga singkong di Lampung dan bukan justru saling menyalahkan satu sama lain.

Sebelumnya, Ketua PMII Bandarlampung, Dapid Novian Mastur, menyebut jika Zulhas merupakan aktor utama di balik keterpurukan petani singkong.

Zulhas dinilai abai terhadap permintaan penghentian impor singkong yang telah diajukan secara resmi oleh Pemerintah Provinsi Lampung sejak akhir Januari 2025.

“Zulhas adalah biang kerok kehancuran harga singkong. Ia lebih membela kepentingan pengusaha dan importir daripada nasib petani lokal,” kata Dapid, Kamis (8/5/2025).

Dapid menyebut bahwa surat Gubernur Lampung kepada Zulkifli Hasan—yang kala itu masih menjabat Menteri Perdagangan—tak pernah mendapat tanggapan. Justru, kebijakan impor tetap berjalan dan memicu anjloknya harga singkong lokal.

Editor : Armiji abusani

Seedbacklink affiliate

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-4028159191961500, DIRECT, f08c47fec0942fa0